DI INDIA ADA PUSAT HADIST DUNIA

Sumbangan Madrasah Darul Ulum Deoband pada Dunia Islam
Deobandi dan Sejarah Kebangkitan Islam di India-Pakistan (Sebuah Sketsa Awal)
Deobandi merupakan sebuah gerakan keagamaan yang lahir di ‘Deoband’ (Uttar Pradesh) India, bermula dari sebuah madrasah dengan nama Darul Ulum Deoband. Dengan banyaknya pengikut dan pengaruh madrasah ini maka tidak heran kalau akhirnya institusi seperti Deoband kemudian berkembang menjadi sebuah pergerakan religius yang besar dan menyebar hampir disetiap komunitas Muslim Sunni di Pakistan. Disamping para pengikut kelompok lainnya seperti Barelwi, Jama?ah Tabligh dll. Kendati demikian banyak kritik dan kecaman menentang ajaran-ajaran Deoband , tapi eksistensinya masih meluas hingga saat ini. Tidak diragukan lagi dengan kehebatan para ulama mereka, tercatat bahwa pendiri Barelwi, Tablighi Jamaat dll merupakan hasil didikan madrasah Darul Ulum Deoband.
Berikut ini sedikit ikhtisar tentang sejarah, perkembangan dan kiprahnya dalam menegakkan Shariat Islam yang berpedoman pada Quran dan Sunnah, begitu juga dengan perjuangannya untuk kemerdekaan bangsa dari kolonialisme yang saat itu berekspansi di Sub-Continent. Disamping juga pertanyaan seputar Deobandisme ‘sebuah kepercayaan atau sekte’ serta eksistensi mereka sekarang ini, sedikit banyak juga akan dibahas disini.

Dar-ul-Ulum Deoband; Batu Pertama Revivalisme Islam

Darul Ulum Deoband didirikan pada 30 Mei 1867 pada sebuah masjid kecil di kota Deoband oleh Maulwi Fadlur Rahman, Maulwi Zulkfikar Ali dan Maulwi Muhammad Mahmud. Murid pertama yang mengemban ilmu di madrasah ini adalah Syeikhul Hind Maulana Mahmud-ul-Hasan dan kemudian pada akhir tahun jumlahnya meningkat hingga 78 pelajar. Disebutkan bahwa sebenarnya cikal bakal berdirinya Daar-ul-Ulum Deoband merupakan buah pemikiran Maulana Muhammad Qasim Nanotwi (1833-1877), yang mana beliau berharap tidak adanya beban finansial bagi pelajar dan pengajarnya sehingga proses belajar mengajar dapat terlaksana dengan penuh takwa dan ikhlas karena Allah swt. Kemudian pada tahun 1880 Maulana Muhammad Qasim meninggal dan posisinya digantikan oleh Maulana Rashid Ahmed Gangohi (1829-1905).
Sekitar tahun 1867 Darul Ulum Deoband memulai belajar dari bawah pohon pada sebuah Masjid Chatta, dan ketika masjid ini tidak dapat menampung lagi jumlah pelajar yang semakin bertambah hari demi hari akhirnya dibangunlah masjid lainnya yang kemudian berpindah pada tahun 1874. Perkembangan pesat terjadi pada jumlah pelajar yang terus berdatangan di madrasah ini sehingga ia harus mulai mengepakkan sayapnya dengan pembangunan-pembangunan gedung dan penambahan fasilitas belajar seperti gedung fakultas Hadist yang telah diseleseikan pada tahun 1931 dan gedung fakultas Tafsir. Pada tahun 1940, Raja Zahir Shah Afghanistan telah membangun Gerbang madrasah yang kemudian diberi nama ‘Baab-uz-Zahir’.
Darul Ulum juga dikenal dengan sebutan Qasim-ul-Ulum yang diambil dari nama Maulana Muhammad Qasim Nanotwi sebagai pendirinya dan institusi ini merupakan institusi religius dengan sistem pendidikan yang bagus. Perlu diingat bahwa Deobandi adalah pengikut madzhab fiqh Abu Hanifa, sedangkan untuk aqidah mereka mengikuti Abu Mansur Maturidi. Sekitar seribu pelajar lebih mengemban pendidikan di madrasah ini sedangkan yang empat ratus nya mendapatkan fasilitas asrama. Pelajar yang berdatangan kesini bukan hanya berasal dari India tapi juga dari berbagai negara muslim lainnya seperti Afghanistan, Afrika Selatan dan Inggris. Jamiah Millia Nawakhali dan Madrasah Qasim-ul-Ulum Muradabad juga termasuk cabang dari institusi ini.
Ada beberapa ajaran yang dipegang kuat oleh Deobandi dan dianggap sebagai elemen dasar mereka, yaitu: (i) Tauhid, konsep yang mereka fahami sebagai Abrahamic monotheism bahwa tidak ada sesuatupun yang dapat menyerupai sifat-sifat Nya. (ii) Mengikuti Sunnah, yaitu menerapkan dan mengamalkan ajaran Rasulullah Sallalluhu Alaihi Wassalam. (iii) Mencintai para Sahabat Rasulullah Sallalluhu Alaihi Wassalam dengan mengikuti tindak-tanduk mereka. (iv) Taqlid wal Ittiba’, memberikan preferensi kepada salah satu yurisprudensi Islam yang terdahulu. (v) Jihad fi Sabilillah, mengerjakan jihad yaitu berjuang di jalan Allah Swt.
Sedangkan metode pengajaran yang digunakan dalam madrasah ini yaitu mengikuti sylabus belajar-mengajar pada zaman Rasulullah Sallallahu Alaihi Wassalam hingga abad ke-10 Hijriyah; yang menitikberatkan pada sistem belajar tradisional dalam Islam yaitu menghubungkan nalar rasionil dan ilmu tradisional (traditional science). Adapun buku-buku pokok yang diajarkan pada setiap kurikulumnya sekitar 11 buku hadist dan beberapa buku tambahan untuk materi-materi lainnya, sedangkan kurikulum lengkapnya mencapai 81 buku yang akan dipelajari. Dibawah kuasa Maulana Rashid Ahmad Gangohi institusi ini meniadakan mata pelajaran seperti ilmu logika dan filsafat seperti yang dilakukan oleh Shah Wali Allah pada Rahimiyah yaitu dengan menekankan belajar al-Qur’an, Hadist dan Fiqh.
Rizvi memaparkan tiga metode yang mereka terapkan pada institusi ini: (i) primer (yaitu memahami kandungan isi buku), (ii) tingkat menengah (mengerti isi buku dan topik disamping juga naskah buku), (iii) tingkat tinggi (lebih menekankan pada diskusi dan pemahaman yang mendalam).
Bahasa pengantar yang digunakan adalah bahasa Urdu, maka setiap pelajar harus mengerti dan bisa menggunakan bahasa tersebut baik dari dalam negri maupun luar negri. Dan disebutkan bahwa Deoband merupakan institusi pendidikan pertama kali di India yang tidak menarik biaya kepada pelajarnya selama lebih dari se-abad. Pada akhir abad ke-19 banyak madrasah-madrasah yang dikenal dengan Deoband dari Peshawar hingga Madras, dan mereka terdaftar mencapai 8934 madrasah, primer maupun tingkat lanjut, sampai sekarang-pun masih terus menyebar dengan satu karakteristiknya yaitu merupakan divisi utama bagi ulama sub-continent.

Senin, 10 May 2010 10:55
E-mail Cetak PDF

Memang harus diakui, keselamatan umat Islam ini tergantung dari pengorbanan ulama umat, seperti apa yang bisa dilihat di India. Kemerdekaan India dari Inggris adalah berkah perjuangan dan pengorbanannya ulama-ulama India pada saat penjajahan Inggris yang selalu menyuarakan jihad kepada rakyat India yang Muslim. Dan pusat lahirnya ulama-ulama India adalah dari Darululum Deoband.

Darululum Deoband adalah madrasah yang tertua diseluruh negeri India bahkan boleh dikatakan salah satu dari madrasah yang tertua di seluruh dunia. Darululum Deoband didirikan tahun 1866, Deoband adalah nama kampung yang terletak di Provinsi Uttar Pradesh.

Pada penjajahan Inggris di India keadaan umat Islam pada saat itu sangat rusak. Inggris berhasil memecahbelahkan kesatuan umat Islam India dan berhasil menjahui umat Islam dari kehidupan Islam seperti mana Belanda berhasil merusak kesatuan umat Islam di Indonesia ketika zaman penjajahan dulu.

Kerusakan umat Islam di India inilah yang membuat timbulnya kerisauan seorang ulama India bernama Almarhum Syaikh Maulana Muhammad Qosim untuk menyelamatkan umat Islam dari kerusakan. Suatu malam, Syaikh Maulana Muhammad Qosim Nanutwi bermimpi berjumpa dengan Rasulullah saw. Dalam mimpinya, ia diperintahkan oleh Rasulullah untuk memulai madrasah. Akhirnya Maulana Muhammad Qosim dengan santri pertamanya Maulana Mahmudul hasan memulai madrasah di bawah sebuah pohon yang rindang di tengah-tengah kampung Deoband. Karena keikhlasnya dan pengorbanan Maulana Muhammad Qosim, Allah Allah SWT menolong ulama ini kembali menghidupkan cahaya Islam di India yang telah redup. Sampai sekarang Darul Ulum Deoband telah berhasil mencetak 15.000 ulama termasuk Syaikh Ustad Nik Aziz, ketua partai PAS, Malaysia.

[Suasana Madrasah Deoband]

Suasana Madrasah Deoband
Dan ulama-ulama alumi Darul Ulum Deoband telah menyebar di seluruh dunia dan membuka madrasah-madrasah di seluruh dunia. Semua madrasah-madrasah di Pakistan, Bangladesh, Burma, Afghanistan, Srilanka, Afrika selatan, Inggris, Thailand, Malaysia merupakan hasil dan dampak baik secara langsung atau tak langsung dari Darul Ulul Deoban. Bahkan terbentuknya negara Pakistan juga salah satu hasil dari pengorbanan ulama-ulama Deoband.

Madrasah Darul Ulum Deoband menjadi pusat mahzab Hanafi dan terkenal dengan ilmu hadistnya sehingga kelas yang tertinggi di madrasah Deoband adalah kelas hadist yaitu kelas yang hanya mempelajari kitab kitab hadist. Dan banyak muhadisin (ulama pakar hadis) yang telah lulus dari Deoband, seperti Almarhum Syaikh Maulana Anwar Shah Kasymiri beliau seorang ulama yang mengajar kitab Bukhori di madrasah Deoband dan beliau hafal semua hadist-hadist yang ada dalam kitab Bukhari.

Kelebihan lain dari Darul Ulum Deoband adalah turut melahirkan para pengarang kitab agama yang terkenal diseluruh India, seperti Almarhum Syaikh Maulana Asyrof Ali Natutwi, beliau berhasil mengarang hampir 1000 kitab dalam bahasa Arab maupun Urdu.

Darul Ulum Deoband juga berhasil mencetak dai dan para mubaligh yang sudah tersebar seluruh India, bahkan dunia, seperti Almarhum Syaikh Maulana Ilyas pemimpin dan pencetus pertama Jamaah Tabligh. Syaikh Maulana Ilyas adalah salah satu alumni madrasah Deoband yang risau dengan keadaan umat Islam dan memulai langkapnya di dalam dakwah dan tabligh. Sampai kini, gerakan Jamaah Tabligh mengirimkan dai ke seluruh India, Pakistan, bahkan ke berbagai penjuru dunia. (Harnes Yudha)
http://www.sabili.co.id/aspirasi-anda/sumbangan-madrasah-darul-ulum-deoband-pada-dunia-islam

 

Share
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

About GOTABLIGH.COM

My kubur near my house