KARGOUZARI Archive

0

Bishwa Ijtema 2013-when will be held ?

The Tablighi Jamaat?Bishwa Ijtema?2013 will be held in two phases.The first shift of Ijtema will be held?from 11?January to?13 January?and the second shift of Ijtema will be heldfrom18?January to?20?January 2013. From the last year 2012 Biswa Ijtema is being held in two phases to tackle ever increasing rushes of muslimis to make sure its soft conduct, on the bank of Turag River at Tongi, neighboring to Uttara Model Town, Dhaka,Bangladesh, Ijtema finished on 15 January. The 2nd shift of the 3-day Ijtema finished on 22 January. In each shift devotees of various districts of Bangladesh came to join the Bishwa Ijtema
vvvvvvvvvvvvvvvvMuslims are in prayer: Ijtema
Muslims from many countries of abroad took part in two phases Ijtema, which were from about 100 countries??counting?Pakistan,?India, China, Iraq, Srilanka, Myanmar, Oman, Malaysia, Kuwait, Nigeria, Japan, Saudi Arabia, Qatar, Iran, Kazakhstan, Singapore, Europe ,USA etc.
After Bishwa Ijtema Tongi,Dakha,Bangladesh the second biggest?Tablighi Jamaat?Ijtema is ?Bhupal Ijtema?, India. The third biggest Ijtema is ?Raybende Ijtema?, Pakistan. The greatest numbers of foreigners join only in Bishwa Ijtema,Tongi, Bangladesh. Now Bishwa Ijteam ,Tongi is the second largest muslims congregation of the world.
dddddddddddddBishwa Ijtema Venue
The key aspect of the Tablighi Jamaat Bishwa Ijtema is to make easy and clear to know Tablig, Fear Allah at heart, Worldly success is no success, Follow footprints of the Prophet Muhammad(sw/pbuh).Lectures given by all moulana were followed by translation into English,Bengali?and other languages of the world.The muslims who did not came to join the Bishwa Ijtema,Tongi.,they ware unable to hear the sermon ?or ?Bayan of Bishwa Ijtema.The muslims who did not collect the audio and video of the Bishwa Ijtema sermon (Bayan) they can be?listen?the all Bishwa Ijtema Bayan.
Share
0

Jamaah Tabligh (jangan berputus asa)

TIDAK guna aku ikut dalam dakwah tabligh
SAYA INGIN KELUAR SAJA DARI TARBIYAH
(Sebuah tausyiah)

“Ustadz, dulu ana merasa semangat dalam dakwah. Tapi belakangan rasanya semakin hambar. Ukhuwah makin kering. Bahkan ana melihat ternyata ikhwah banyak pula yang aneh-aneh.? Begitu keluh kesah seorang mad?u kepada murabbinya di suatu malam.

Sang murabbi hanya terdiam, mencoba terus menggali semua kecamuk dalam diri mad?unya. ?Lalu, apa yang ingin antum lakukan setelah merasakan semua itu?? sahut sang murabbi setelah sesaat termenung.

?Ana ingin berhenti saja, keluar dari tarbiyah ini. Ana kecewa dengan perilaku beberapa ikhwah yang justru tidak islami. Juga dengan organisasi dakwah yang ana geluti, kaku dan sering mematikan potensi anggota-anggotanya. Bila begini terus, ana mendingan sendiri saja?? jawab mad?u itu.

Sang murabbi termenung kembali. Tidak tampak raut terkejut dari roman wajahnya. Sorot matanya tetap terlihat tenang, seakan jawaban itu memang sudah diketahuinya sejak awal.

?Akhi, bila suatu kali antum naik sebuah kapal mengarungi lautan luas. Kapal itu ternyata sudah amat bobrok. Layarnya banyak berlubang, kayunya banyak yang keropos bahkan kabinnya bau kotoran manusia. Lalu, apa yang akan antum lakukan untuk tetap sampai pada tujuan?? tanya sang murabbi dengan kiasan bermakna dalam.

Sang mad?u terdiam berpikir. Tak kuasa hatinya mendapat umpan balik sedemikian tajam melalui kiasan yang amat tepat.

?Apakah antum memilih untuk terjun ke laut dan berenang sampai tujuan?? sang murabbi mencoba memberi opsi.

?Bila antum terjun ke laut, sesaat antum akan merasa senang. Bebas dari bau kotoran manusia, merasakan kesegaran air laut, atau bebas bermain dengan ikan lumba-lumba. Tapi itu hanya sesaat. Berapa kekuatan antum untuk berenang hingga tujuan? Bagaimana bila ikan hiu datang? Darimana antum mendapat makan dan minum? Bila malam datang, bagaimana antum mengatasi hawa dingin?? serentetan pertanyaan dihamparkan di hadapan sang mad?u.

Tak ayal, sang mad?u menangis tersedu. Tak kuasa rasa hatinya menahan kegundahan sedemikian. Kekecewaannya kadung memuncak, namun sang murabbi yang dihormatinya justru tidak memberi jalan keluar yang sesuai dengan keinginannya.

?Akhi, apakah antum masih merasa bahwa jalan dakwah adalah jalan yang paling utama menuju ridho Allah?? Pertanyaan menohok ini menghujam jiwa sang mad?u. Ia hanya mengangguk.

?Bagaimana bila temyata mobil yang antum kendarai dalam menempuh jalan itu ternyata mogok? Antum akan berjalan kaki meninggalkan mobil itu tergeletak di jalan, atau mencoba memperbaikinya?? tanya sang murabbi lagi.

Sang mad?u tetap terdiam dalam sesenggukan tangis perlahannya. Tiba-tiba ia mengangkat tangannya, ?Cukup ustadz, cukup. Ana sadar. Maafkan ana. Ana akan tetap istiqamah. Ana berdakwah bukan untuk mendapat medali kehormatan. Atau agar setiap kata-kata ana diperhatikan??

?Biarlah yang lain dengan urusan pribadi masing-masing. Ana akan tetap berjalan dalam dakwah ini. Dan hanya Allah saja yang akan membahagiakan ana kelak dengan janji-janji-Nya. Biarlah segala kepedihan yang ana rasakan jadi pelebur dosa-dosa ana?, sang mad?u berazzam di hadapan murabbi yang semakin dihormatinya.

Sang murabbi tersenyum. ?Akhi, jama?ah ini adalah jama?ah manusia. Mereka adalah kumpulan insan yang punya banyak kelemahan. Tapi di balik kelemahan itu, masih amat banyak kebaikan yang mereka miliki. Mereka adalah pribadi-pribadi yang menyambut seruan Allah untuk berdakwah. Dengan begitu, mereka sedang berproses menjadi manusia terbaik pilihan Allah.?

?Bila ada satu dua kelemahan dan kesalahan mereka, janganlah hal itu mendominasi perasaan antum. Sebagaimana Allah ta?ala menghapus dosa manusia dengan amal baik mereka, hapuslah kesalahan mereka di mata antum dengan kebaikan-kebaikan mereka terhadap dakwah selama ini. Karena di mata Allah, belum tentu antum lebih baik dari mereka.?

?Futur, mundur, kecewa atau bahkan berpaling menjadi lawan bukanlah jalan yang masuk akal. Apabila setiap ketidak-sepakatan selalu disikapi dengan jalan itu, maka kapankah dakwah ini dapat berjalan dengan baik?? sambungnya panjang lebar.

?Kita bukan sekedar pengamat yang hanya bisa berkomentar. Atau hanya pandai menuding-nuding sebuah kesalahan. Kalau hanya itu, orang kafirpun bisa melakukannya. Tapi kita adalah da?i. Kita adalah khalifah. Kitalah yang diserahi amanat oleh Allah untuk membenahi masalah-masalah di muka bumi. Bukan hanya mengeksposnya, yang bisa jadi justru semakin memperuncing masalah.?

?Jangan sampai, kita seperti menyiram bensin ke sebuah bara api. Bara yang tadinya kecil tak bernilai, bisa menjelma menjadi nyala api yang membakar apa saja. Termasuk kita sendiri!?

Sang mad?u termenung merenungi setiap kalimat murabbinya. Azzamnya memang kembali menguat. Namun ada satu hal tetap bergelayut dihatinya.

?Tapi bagaimana ana bisa memperbaiki organisasi dakwah dengan kapasitas ana yang lemah ini?? sebuah pertanyaan konstruktif akhirnya muncul juga.

?Siapa bilang kapasitas antum lemah? Apakah Allah mewahyukan begitu kepada antum? Semua manusia punya kapasitas yang berbeda. Namun tidak ada yang bisa menilai, bahwa yang satu lebih baik dari yang lain!? sahut sang murabbi.

?Bekerjalah dengan ikhlas. Berilah taushiah dalam kebenaran, kesabaran dan kasih sayang kepada semua ikhwah yang terlibat dalam organisasi itu. Karena peringatan selalu berguna bagi orang beriman. Bila ada sebuah isyu atau gosip, tutuplah telinga antum dan bertaubatlah. Singkirkan segala ghil (dengki, benci, iri hati) antum terhadap saudara antum sendiri. Dengan itulah, Bilal yang mantan budak hina menemui kemuliaannya.?

Suasana dialog itu mulai mencair. Semakin lama, pembicaraan melebar dengan akrabnya. Tak terasa, kokok ayam jantan memecah suasana. Sang mad?u bergegas mengambil wudhu untuk qiyamullail malam itu. Sang murabbi sibuk membangunkan beberapa mad?unya yang lain dari asyik tidurnya.

Malam itu, sang mad?u menyadari kekhilafannya. Ia bertekad untuk tetap berputar bersama jama?ah dalam mengarungi jalan dakwah. Pencerahan diperolehnya. Demikian juga yang diharapkan dari Antum/antunna yang membaca tulisan ini.. Insya Allah kita tetap istiqamah di jalan dakwah ini.. Dalam samudera tarbiyah ini..

Wallahu a?lam.
YUSRAN,S.Sos.I

GO TABLIGH GO PUBLIK GO AHEAD….. TILL WE DIE

Wallahu a?lam.
YUSRAN,S.Sos.I?? with?USTADZ ROCK N ROLLS,?JAMAAH TABLIGH,?Ustadz Rock,?Tabligh Jamaah?and?Laskar Dakwah.

Share
3

Syahid Ketika Sedang Keluar 40 Hari Dakwah dan Tabligh di Semporna.

2 Ogos 2012/ 13 Ramadhan 1433H. Seorang rakan seusaha dari Semporna, saudara Isnani syahid di jalan Allah sewaktu sedang khuruj 40 hari fi Sabilillah menjalankan usaha dakwah dan tabligh. Wajah tenang ini tidak ramai yang mengenalinya. Seorang yang zuhud dari segi dunianya, saya yakin melihat kepada keadaan dirinya, komputer dan internet pun beliau tidak pandai apalagi Facebook dan Blog. Bukan juga beliau ini seorang yang ternama bahkan adalah beliau adalah di kalangan orang kebanyakan yang biasa. Namun akhir kehidupannya membuatkan beliau seorang yang luar biasa. Semalam saya bersama rakan-rakan seusaha dari Semporna turut membantu menguruskan jenazahnya. Sangat tenang wajahnya. Saya abadikan gambar dan kisahnya di sini, sebagai pengajaran dan pembakar semangat buat para da’ei yang merindui syahid di jalan Allah.

Namanya yang biasa kami panggil ialah Isnani, seorang pemuda yang periang dan mudah mesra dengan sesiapa sahaja. Beliau menetap di sebuah penempatan ladang kelapa sawit yang jauhnya kira-kira 40km dari pekan Semporna. Sewaktu hayatnya beliau sering beriktikaf di surau Kg Perigi Semporna. Surau yang biasa menjadi transit mana-mana jemaah yang dihantar ke Semporna. Salah satu surau yang hidup amal jemaah masjid di Semporna.

Sewaktu takaza persiapan Ijtimak Lahad Datu dibentangkan, beliau antara yang banyak menginfakkan masa dan tenaganya di medan ijtimak beberapa minggu sebelum menjelangnya ijtimak. Sikapnya yang mesra dengan sesiapa sahaja membuatkan beliau sangat disenangi. Saya juga senang dengan gurauannya yang banyak mengingatkan saya kepada kehidupan akhirat.

Bagi yang memberi masa untuk khidmat di ijtimak Lahad Datu tempoh hari mungkin sangat biasa dengan seraut wajah ini. Beliau memberi masa berminggu-minggu di medan ijtimak membantu kerja-kerja yang patut. Saya dan rakan-rakan seusaha dari Semporna waktu itu hanya mampu memberi masa hujung-hujung minggu sahaja untuk khidmat. Lazimnya kami datang Jumaat malam dan pulang pada Ahad malam. Pernah suatu malam hari Ahad sewaktu saya mahu balik ke Semporna dari khidmat di Lahad Datu itu, arwah mengiringi kami sampai ke kereta dan mengajak kami tambah masa untuk khidmat, tapi kami tak dapat nak tambah masa disebabkan banyak kekangan, semoga Allah ampunkan kami yang hanya mampu korbankan masa tersisa hujung minggu itu sahaja.

Masih terngiang-ngiang di telinga saya, sewaktu kami semua telah masuk ke dalam kereta dan bersiap hendak pulang ke Semporna, selepas injin dihidupkan, arwah yang berdiri di luar kereta telah bercakap sesuatu dalam bahasa Tausug/Suluk yang saya tidak fahami, tetapi saya mendengar satu Avanza rakan-rakan seusaha bertakbir “Allahu Akbar”. Saya tanya salah seorang dari jemaah Semporna yang di dalam kereta itu, “Apa yang dia cakap, saya tak berapa paham, apa maksudnya” Kawan saya pun menterjemahkan apa yang beliau cakapkan itu iaitu katanya: “Janganlah balik rumah tuan, rumah sebenar kita bukan di dunia, tapi rumah sebenar kita adalah adalah di syurga.” Allahu… Saya turut terkedu. Waktu tu kami hanya mampu tertunduk malu dan meneruskan perjalanan balik ke Semporna meninggalkan beliau yang menyambung khidmat di tapak ijtimak.

Selepas ijtimak beliau bersungguh-sungguh untuk keluar 40 hari pula. Dan jemaah beliau dihantar untuk jalankan usaha dakwah dan tabligh di kawasan penempatan-penempatan ladang kelapa sawit di Semporna yang jauh dari pekan, kawasan yang agak muhajadah dan bukan calang-calang jemaah sanggup jalankan usaha di kawasan ladang. Pernah di sebuah ladang, jemaah ini diusir oleh pengurusnya. Hendak dijadikan sebab, sewaktu awal-awal khuruj beliau masih sihat. Masa terus berjalan sehinggalah beberapa masjid dan surau yang terakhir ini, beliau sering sesak nafas. Orang Sabah bilang ‘ampus’. Pernah dikejarkan ke hospital kerana sesak nafas seminggu yang lalu sewaktu masih di Tagasan.

Route terakhir 40 hari, Surau Indani, Bugaya, pagi semalam (12 Ramadhan) lepas bayan subuh arwah duduk berselimut sambil berzikir seorang diri tatkala jemaah yang lain menyambung rehat mereka. Amir jemaah Hj Anwar menceritakan kepada kami beliau mendengar arwah berzikir dengan suara yang lemah dan sayu. Tidak beberapa lama kemudian tiba-tiba jemaah terjaga mendengar arwah menjerit menahan sakit di dada ‘Allahu Akbar!’ dalam keadaan sesak nafas.

Tanpa membuang masa arwah segera dikejarkan ke hospital Semporna akan tetapi sudah takdir Allah ingin memuliakannya di bulan yang penuh keberkatan ini. Lidah arwah sibuk dengan zikir sebelum menghembus nafasnya yang terakhir di pangkuan rakan jemaahnya Wafi dan Muhammad di dalam Van Hj Anwar sewaktu dalam perjalanan ke hospital. Mengenangkan arwah membuatkn saya menangis, inilah kematian yang amat dicemburui.

Dan hari ini, di bulan yang berkat ini, Allah telah menghantar Isnani untuk melawat rumahnya yang sebenar iaitu di syurga. Meninggalkan para da’ei dengan perasaan cemburu yang amat sangat. Ya Allah bagaimanakah pula pengakhiran kami nanti. Sama-sama kita tanamkan azam dan niat untuk keluar di jalan Allah 40 hari dan 4 bulan secepat mungkin insyaAllah.

Maksud firman Allah s.w.t:
“Dan jangan sekali-kali engkau menyangka orang-orang yang terbunuh (yang gugur syahid) pada jalan Allah itu mati, (mereka tidak mati) bahkan mereka adalah hidup (secara istimewa) di sisi Tuhan mereka dengan mendapat rezeki;

(Dan juga) mereka bersukacita dengan kurniaan Allah (balasan mati Syahid) yang telah dilimpahkan kepada mereka, dan mereka bergembira dengan berita baik mengenai (saudara-saudaranya) orang-orang (Islam yang sedang berjuang), yang masih tinggal di belakang, yang belum (mati dan belum) sampai kepada mereka, (iaitu) bahawa tidak ada kebimbangan (dari berlakunya kejadian yang tidak baik) terhadap mereka, dan mereka pula tidak akan berdukacita.

Mereka bergembira dengan balasan nikmat dari Allah dan limpah kurniaNya; dan (ingatlah), bahawa Allah tidak menghilangkan pahala orang-orang yang beriman. (Surah Ali ?Imran:169-171)

Muhammad Ishak Zaini
2 Ogos 2012
13 Ramadhan 1433H

Share
1

Bas terbalik: Seorang jemaah tabligh maut, lapan cedera

SYAJARATULHUDA MOHAMAD ROSLI
25 Mei 2012

Keadaan bas yang terbabit dalam kemalangan tersebut.

BALIK PULAU – Sebuah bas yang disewa ?sekumpulan jemaah tabligh warga Myanmar terbalik di Jalan Bukit dekat sini malam ini.

Kejadian kira-kira jam 8 malam itu menyebabkan seorang daripada 44 jemaah tabligh yang menaiki bas itu mati di tempat kejadian.

Jemaah yang maut dikenali sebagai Abd Jatpa, 47. Bas mereka naiki terjunam dalam gaung sedalam 10 meter.

Menurut jurucakap bomba, siasatan awal mendapati, selain seorang mangsa yang mati di tempat kejadian, enam orang termasuk pemandu bas cedera parah.

Sinar Harian?difahamkan, mayat mangsa dan yang parah dihantar ke Hospital Pulau Pinang (HPP) manakala yang cedera dirawat di Hospital Balik Pulau.

Rombongan itu difahamkan menuju ke Masjid Sungai Rusa untuk mengikuti program keagamaan yang dihadiri ahli-ahli jemaah tabligh selama tiga hari bermula hari ini.

Difahamkan pemandu berusia 40-an berada dalam keadaan kritikal, bagaimanapun anak mangsa yang bersama mengikutinya selamat.

Dalam pada itu, seorang mangsa terselamat, Muhammad Shuaib. Muhammad Shuaib berkata, “semua penumpang menjerit kuat apabila bas yang dinaiki bergoyang sebelum terbabas dan melanggar tiang.”

Bas mereka naiki terjunam dalam gaung sedalam 10 meter ketika menuju ke masjid daerah barat daya.

Menurut Muhammad Shuaib, bas berkenaan hilang kawalan dan merempuh tiang sebelum berpusing dan menjunam ke dalam gaung di Kilometer 24, Jalan Tun Sardon.

Akibat impak itu, bumbung bas berkenaan tercabut.

?Ada di antara penumpang yang tercampak ke jalan dan kawasan hutan,? katanya kepada?Sinar Harian?ketika ditemui selepas menerima rawatan pesakit luar di Hospital Balik Pulau.

Menurut Muhammad Shuaib, ketika bas itu mendaki bukit, dia terhidu bau hangit, dipercayai disebabkan tekanan brek yang gagal berfungsi dengan baik.

?Saya nampak tayar berasap sebelum tiba-tiba bas itu bergoyang dan ia seperti hilang kawalan.

?Keadaan ketika itu kelamkabut, dengan ramai penumpang melaungkan takbir dan menjerit,? katanya.

Share
2

15,000 hadir Ijtimak dakwah

PASIR MAS ? Majlis Ijtimak tahunan Dakwah dan Tabligh, julung kalinya diadakan, berjaya menarik kehadiran 15,000 Muslimin seluruh Kelantan, semalam.

Majlis yang berakhir semalam, turut dihadiri oleh penduduk sekitar, pelajar tahfiz, dan ulama seluruh negara, malah diimarahkan dengan kedatangan maulana dari enam negara iaitu Thailand, Indonesia, Pakistan, Sri Langka, India? dan Arab Saudi.

Pengerusi Jawatankuasa sambutan, Wan Nor Abdullah berkata, kehadiran ini tidak mengira fahaman politik, kerana nawaitunya hanya berkisar kepada ketakwaan.

Menurutnya, meskipun terdapat beberapa kekangan dari segi sumber elektrik, air dan tempat tinggal, namun ia sedikit pun tidak melemahkan semangat pendakwa yang hadir.

?Program yang dijalankan adalah solat berjemaah, qiamullail, kuliah subuh, muzakarah, penceritaan kisah sahabat Rasulullah dan penerangan akhir. ?Program 13 siri jelajah Ijtimak akan diteruskan ke Terengganu pada 3 Jun ini, Pahang pada 6 Jun, seterusnya di Johor, Negeri Sembilan, Melaka, Sabah, Sarawak, Indonesia dan Eropah,? katanya, semalam.

Sementara itu, penduduk dari Manik Urai, Wan Rosli Wan Jusoh, 30, berkata, ijtimak ini cukup memberi kesedaran menerusi ilmu yang disampaikan oleh maulana dari luar negara.

?Perkongsian rezeki dan bersyukur dengan nikmat yang ada, juga memotivasikan diri sebagai hamba di atas muka bumi ini,? katanya, semalam.

Sementara itu, penduduk dari Pauh Lima, Zarawi Abd Razak, 45, berkata, ijtimak ini membantu kita menajamkan semula ilmu yang dipelajari dan dipraktikkan bersama jemaah yang lain.

?Saya berharap program seumpama ini dapat dijalankan setiap tahun di Kelantan, agar kita dapat menambahkan ilmu dan ketakwaan,? katanya, semalam.

Share
3

Kisah Orang Lama Mewat Saat Bayan Di Hadapan Seluruh Ulama India

Kisah ini terjadi pada ijtima? Bhopal ? India pada tahun 1940-an. ?Maulana Muhammad Ilyas Khandahlawi (Amir jamaah pada saat itu) telah memutuskan seorang (meiji) yang buat usaha dakwah dari mewat untuk bayan maghrib saat ijtima? tersebut.
Seseorang yang telah ditunjuk tadi menjumpai kembali Maulana Ilyas dan memberitahu bahwa beliau tidak bersedia dengan alasan beliau adalah orang awam, sedangkan orang yang duduk di dalam majlis adalah ulama-ulama dari seluruh India. ?Maulana Ilyas berkata, ?Ini pilihan Allah, kerjakan karena Allah..?.

Maka selepas sholat Maghrib, beliau sholat hajat dua rakaat meminta pada Allah agar diberi hidayah dan kalam untuk tunaikan takaza bayan ini. Setelah selesai sholat badan beliau menggigil dan berkeringat.

Setelah tiba waktun bayan, beliau duduk di kursi yang disediakan dan beliau menangis tidak tahu apa yang akan diucapkan dihadapan para ulama dari seluruh penjuru India tersebut.

Setelah memuji Allah dan bershalawat ke atas Rasul-Nya, beliau berkata, ?Tuan-tuan, kita perhatikan keadaan di dalam sebuah keluarga.. seorang ibu menyuruh anak-anaknya yang terdiri dari kakak dan adik untuk mengangkat gelas yang berisi minuman untuk para tamu ke ruang tamu. ?Kakak dan adik ini mengangkatnya dan tanpa disengaja sang adik telah menjatuhkan gelas tersebut. ?Secara logika, ibu mesti memarahi adik tersebut, AKAN TETAPI, ibu memarahi kakaknya karena tidak mengajarkan dan memberi panduan kepada adiknya cara-cara untuk mengangkat gelas dengan selamat. ?Begitulah juga dengan Tuan-tuan, pada hari Akhirat kelak Allah Swt. akan mencari dahulu para ulama, kerana merekalah yang lebih berilmu dan berpengetahuan. Orang awam yang kurang pengetahuannya akan diadili kemudian.. dan Allah akan murka jika kita (para ulama) tidak menjalankan dakwah.?

Beliau juga berkata, ?Tuan-tuan (para ulama), mengajar di tempat pengajian adalah suatu amanah, begitu juga dakwah, ia juga suatu amanah yang diwariskan dari Ambiyaa` AlaihimuShShollatu waSSalam. ?Jika kita orang yang lebih berpengetahuan tidak membuat dakwah dengan cara Nabi SAW., dari rumah ke rumah, pintu ke pintu, berjumpa setiap saudara kita? bagaimana orang awam akan buat usaha dakwah jika kita tidak mulai dahulu?
Dan bagaimana kita hendak mengajar jika kefahaman Quran dan Hadits kita kurang karena tidak buat dakwah seperti para Sahabat? ?Para Sahabat mudah memahami yang dikehendaki Quran dan Hadits asbab pengorbanan dan susah payah mereka untuk agama ini.. begitu juga dengan kita tuan-tuan..?Allah tidak akan mencari orang awam yang tidak buat dakwah dahulu dihari akhirat kelak, tetapi Allah mencari kita (ulama) dahulu tuan-tuan?

Pada saat itu semua ulama dari seluruh India yang duduk di dalam majlis menangis terisak-isak tanpa berhenti? kemudian beliau berkata, ?Siapa diantara tuan-tuan (para ulama) yang bersedia untuk tunaikan amanah dakwah ini dengan keluar di jalan Allah berjumpa orang-orang awam untuk sebarkan agama ini??. ?Maka hampir seluruh ulama yang duduk didalam majlis berniat dan memberi nama kepada team tasykil? dan selepas ijtima? semua ulama tersebut telah bertebaran ke seluruh India untuk keluar berdakwah?

Bayan meiji tersebut ringkas, tetapi memberi makna yang mendalam dan menusuk kalbu hati para ulama yang duduk didalam majelis?

Semoga Allah beri kita peluang dan hidayah untuk kita ambil i?tibar untuk amalkan dan sampaikan..

Kisah ini diceritakan pada saya (Muhammad Effendi) oleh brother Muhammad Akhtar dari Rai Bareily ? Uttar Pradesh ? India saat di Meiji Mehrab waktu saya khuruj fisabilillah disana.

Sumber:?http://ghostridermujahid.blogspot.com/2010/11/kisah-orang-lama-mewat-bayan-di-hadapan.html

Share
1

Karguzari Jemaah Terengganu & Pelajar UMT – Husnul Khatimah di Jalan Allah

Pesanan Hadraji Maulana Muhammad In?amul Hasan Rahmatullah?alaih: 1. Sibukkan dirimu dalam usaha agama; jika tidak kamu pun akan sibuk tapi bukan dalam agama. 2. Gunakan waktumu untuk agama; jika tidak waktu pun akan habis tapi bukan untuk agama. 3. Gunakan hartamu untuk agama; jika tidak harta pun akan habis tapi bukan untuk agama. 4. Mati lah kamu dalam agama; jika tidak kamu pun akan mati tapi bukan untuk agama.

Karguzari (laporan) ini disampaikan oleh beberapa rakan seusaha yang turut bersama menguruskan jenazah allahyarham Muhammad Huzaifah, 21. Huzaifah merupakan pelajar Universiti Malaysia Terengganu berasal dari Sabak Bernam, Selangor.

Jemaah 40 hari daripada Terengganu ini telah diputuskan di Masjid Jamek Bandar Sri Petaling untuk buat usaha dakwah & tabligh di Sandakan, Sabah. Jemaah seramai 10 orang terdiri 5 orang awam dan lima lagi lagi pelajar UMT, selamat tiba di lapangan terbang Sandakan pada hari Rabu malam Khamis, 28hb April 2010. Jemaah kemudian dihantar ke Masjid Pangeran Hj. Galpam, Batu 7 buat sementara waktu yang juga merupakan marhalah seorang daripada syura Sandakan, Hj. Mohd Zain.

Pada pagi hari Jumaat bersamaan 30hb April 2010, jemaah telah berangkat ke daerah Pamol, kawasan perladangan Kelapa Sawit terancang yang jauh jarak perjalanannya daripada bandar Sandakan sekitar dalam 150 km. Di daerah ini ada 13 buah kampung. Kelazimannya, jemaah 40 hari yang bergerak di Sandakan akan buat usaha sama ada di kawasan bandar, kepulauan-kepulauan sekitar, daerah-daerah kecil dan kawasan pedalaman mengikut keputusan yang telah dimesyuaratkan bersama oleh syura tempatan atas kesediaan jemaah. Memandangkan jemaah telah diputuskan ke daerah ini, kemungkinan besar juga jemaah ini akan buat usaha dakwah & tabligh di daerah berdekatan iaitu Telupid. Di daerah ini berlaku kes murtad dan beberapa rombongan jemaah daripada Semenanjung telah dihantar ke sana termasuklah jemaah daripada Batu Pahat pada akhir tahun lepas.Detik-detik kematian Allahyarham..Rakan Huzaifah, Fadhil, yang turut bersama jemaah ini telah ditanya oleh Datuk Hj. Abdul Rahman di Masjid Pangeran Hj. Galpam berkenaan kejadian yang menimpa allahyarham. Dia menceritakan pada pagi Selasa 4hb Mei 2010, Huzaifah diberi tanggungjawab untuk memberi bayan selepas solat fardhu subuh berjemaah. Kemudian kesemua mereka bermesyuarat untuk mengagih-agihkan tugasan pada hari itu. Setelah mesyuarat dan beberapa waktu ketika, mereka (pelajar) seramai 5 orang pergi ke sungai berhampiran untuk mandi kerana simpanan air di surau amat terhad untuk kegunaan wudhu dan lainnya. Pada waktu awal pagi itu yang masih berembun (suasana pedalaman), mereka kesemuanya turun ke tebing sungai yang mana ketinggian paras air di tebing sungai itu sahaja pun sudah separas dada. Mereka termasuk Huzaifah cuba berenang menyeberangi sungai ke tebing bersebelahan. Setelah hampir di pertengahan, mereka memutuskan untuk kembali semula ke tebing kerana sungai itu amat dalam. Huzaifah tertinggal di belakang dan lemas tenggelam. Rakan mereka menyangkakan Huzaifah bergurau kerana kali terakhir mereka melihatnya sebelum tenggelam, dia masih kelihatan tersenyum seolah tiada apa-apa yang berlaku. Setelah dua minit berlalu, barulah mereka risau kerana tidak melihatnya. Pada pagi itu juga, ada beberapa pelajar sekolah menengah yang berjalan kaki berhampiran sungai untuk ke sekolah. Dengan kehendak dan kerahiman Allah SWT, pelajar-pelajar sekolah ini membantu rakan jemaah mengeluarkan Huzaifah dari dasar sungai. Dalam usaha menyelamatkannya dengan menekan pada dadanya, air berserta lumpur keluar daripada mulutnya dan tidak dapat diselamatkan lagi. انّا للہ و انّا الیہ راجعونJemaah telah pergi ke balai polis berdekatan dan melaporkan kejadian ini. Akhirnya, pegawai polis yang telah diberi tanggungjawab, menghantar jenazah ke Hospital Duchess of Kent di bandar Sandakan dengan menaiki jeep untuk mendapatkan pemeriksaan lanjutan daripada pihak hospital. Dua orang daripada jemaah ikut serta, seorang rakan seusaha tempatan yang nusrah jemaah ini dan seorang lagi rakan allahyarham, Fadhil. Hj. Darwis yang juga merupakan syura Sandakan dan seorang doktor di hospital tersebut, mendapat perkhabaran ini dan kemudiannya menyebarkan berita ini kepada rakan seusaha yang lain. Hari selasa malam rabu merupakan malam mesyuarat mingguan usaha dakwah & tabligh di Sandakan. Takaza ini dibentangkan dalam mesyuarat supaya pengurusan jenazah dilakukan dengan kadar segera dan dihantar ke pangkuan keluarganya di Sabak Bernam, Selangor. Tugasan telah diagih-agihkankan kepada rakan seusaha yang bersedia menyambut tazaka ini, daripada hal pengurusan jenazah di bilik mayat hospital termasuklah mengkafan dan menyembahyangnya sehinggalah pengurusan kargo di lapangan terbang Sandakan.

Rabu, 5hb Mei 2010..

Selepas solat subuh berjemaah, rakan seusaha yang telah diberi tanggungjawab, pergi ke bilik mayat Hospital Duchess of Kent. Semasa allahyarham dikeluarkan daripada peti sejuk mayat, beberapa rakan seusaha mengangkat jenazahnya. Seorang daripada mereka menceritakan, jenazahnya sangat ringan dan lembut tidak kaku seperti orang yang masih hidup. Wajah dan tubuhnya kelihatan berpeluh, seperti baru sahaja mandi. Tubuhnya masih dalam kemerah-kemerahan. Allahyarham dimandi dan dikafankan, kemudian disembahyangkan oleh rakan seusaha yang ramainya dalam sekitar 30 orang di tempat khas. Jenazah juga disembahyangkan oleh beberapa rakan seusaha yang lain selepas itu. Hj. Lakariba (syura Sandakan) tidak menahan esak tangis semasa menyembahyangkan jenazah. Sementara menunggu pegawai kementerian kesihatan pada pagi itu, Hj. Lakariba membuka semula kafan allahyarham dan melihat wajahnya, sekali lagi Hj. Lakariba menangis. Rakan seusaha yang lain mengatakan, wajah allahyarham tenang dan tampak keputihan seperti diletakkan cairan lilin pada permukaan wajahnya. سُبْحَانَ اللّهِ

Pada pukul 9 pagi, pegawai daripada Kementerian Kesihatan datang dan menguruskan jenazah. Pemeriksaan pada tubuh allahyarham dilakukan, keranda dipakukan pada empat penjuru, dibungkus dengan canvas dan diberi cop/seal sebagai tanda sudah diberi pengesahan. Lebih kurang sejam selepas itu, barulah jenazah dihantar ke lapangan terbang Sandakan. Fadhil rakan pelajar allahyarham yang turut keluar 40 hari bersama, menaiki kapal terbang ke KLIA menghantar jenazah allahyarham. Diberitakan oleh rakan seusaha, pengurusan jenazah teratur dan lancar/dimudahkan oleh Allah. Semasa menghantar jenazah allahyarham, tiada lampu isyarat merah melambatkan perjalanan. Allahyarham kembali ke rahmatullah pada waktu pagi, keesokan paginya juga jenazah dapat dihantar ke Semenanjung.

Sedikit karguzari daripada Faiez Yemeny di FB, group Umat akhir Zaman, beliau mengatakan bahawa Huzaifah masih menuntut di Universiti Malaysia Terengganu(UMT), dia seorang yang amat peramah, sentiasa tersenyum,?fikirman?dan karkun lama dikalangan pelajar. Walaupun sudah dua hari berlalu, darah di hidung dan mulutnya masih lagi mengalir, muka tenang dan jernih.

Sebelum Huzaifah berangkat bersama jemaah ke Pamol, dia sempat memberi sepucuk surat kepada Cikgu Juswan (rakan seusaha Masjid Pangeran Hj.Galpam) untuk dihantar kepada keluarganya di Sabak Bernam. Semoga Allah SWT mengurniakan pahala Syahid kepada allahyarham, diberi ganjaran SyurgaNya tanpa Hisab, diberi kesabaran kepada ayah bondanya dan mempertemukan kita dan beliau di Syurga Firdaus bersama dengan para Nabi, Siddiqin, Syuhada dan Solihin. Amin Ya Rabbal Èalamin.

:: Lanjutan karguzari berserta gambar allahyarham Huzaifah setibanya di Masjid Sri Petaling, Insya’Allah ada di??kekoh.blogspot.com/mati-syahid

:: Entry?ulangan?bertujuan mewujudkan gambar thumbnail seperti di bawah.

Wallahu a?lam.

KISAH BENAR!!!(BUKTI GAMBAR DISERTAKAN..)Assalamualaikum Semua Warga BP,Pada 4/5/2010 (Selasa Pukul 10.00 pagi) saya dikejutkan dengan satupanggilan memberitahu anak saudara saya (anak abang) talah meninggalkerana mati lemas ketika keluar berdakwah selama 40 hari mengikut?Jemaah Tabligh ke pendalaman Sabah. Tempat sebenar kejadian di Daerah?Beluran,lebih kuran 21/2 jam perjalanan ke Bandar Sandakan.Remaja ini bernama Muhammad Huzaifah Bin Muhammad Huzazi. Berumur 21tahun. Pelajar Ijazah Teknologi Alam Sekitar, Universiti Malaysia?Terengganu.Kami berusaha membawa balik ke rumahnya di Sabak Bernam secepat?mungkin. Namun kerana peraturan dan dokumentasi, jenazah hanya berjaya di?bawa?balik pada keesokan harinya. Tiba di Masjid Sri Petaling sebaik sahaja?solat Asar berakhir.

Sebaik sahaja kain kapan di buka saya melihat wajahnya seperti sedang?tidur tanpa menunjukkan kulit pucat dan kaku seperti kebiasaan mayat.?Saya teringat beberapa hadis yang memberikan tanda-tanda orang yang?mati dalam keadaan baik(Husnul khatimah).?Antaranya dahi berpeluh. Saya cuba mengusap dahi dan mukanya memang?terasa berpeluh dan lembab. Darah juga masih mengalir segar.?Ketika saya cuba menggantikan kapas di mulutnya kerana kapas tersebut?telah penuh dengan darah, saya terkejut kerana darah segar merah?masih keluar dari mulutnya dan mengenai kapas baru. Saya menyangkakan
dia seperti masih hidup.

Ramai jemaah selepas solat asar juga bertanya adakah benar dia sudah?mati kerana nampak seperti sedang tidur.?Ketika ibunya ingin menciumnya untuk kali terakhir, ibunya tertekandadanya.?Sekali lagi darah merah cair keluar dari mulutnya. Mengikut kelaziman,?selepas hampir 2 hari dan disimpan didalam peti aiS jenazah ketika?menunggu untuk dihantar pulang, sudah tentu mayat menjadi beku dan?pucat. Darah pun sudah tentu telah menjadi beku dan mati.

Namun kebesaran Allah s.w.t dan janjinya memang benar. Ketika manusia?berlumba-lumba mengejar keduniaan, masih kedapatan manusia-manusia?yang terpilih untuk mati syahid.?Saya terpanggil menulis dan berkongsi cerita ini kerana dalam keadaan?sosial para remaja yang semakin larut dengan budaya barat, marilah kita?mengajak?diri kita, anak2 dan kaum keluarga untuk kembali kepada ajaran Islam?sebenar dan mengamalkan amal-amal Islami secara bersungguh-sungguh.?Mudah-mudahan suatu hari nanti kita akan TERPILIH dalam golonganorang-orang yang mati syahid di jalan Allah s.w.t.

Mengikut Ayahnya, Ayah angkatnya dan rakan2 universitinya, Huzaifah ini?seorang remaja sangat berakhlak. Setiap masa terluang dihabiskan dengan
berkunjung ke masjid dan surau bagi menunaikan ibadah dan kerja-kerja?agama.?Malahan sebahagian wang pinjamannya PTPTN; selain dari untuk yuran
pengajian, digunakan untuk dakwah dan kerja-kerja agama. Malahan beliau?beberapa kali memberitahu kepada ayahnya yang setiap kali cuti semester
panjang, beliau akan ke Sabah kerana disana terlalu ramai orang sudah?tinggal kan Islam (Murtad) dan jika masih Islam pun tapi tiada amalan?Islam. Masjid dan surau kosong tiada jemaah.

Ketika selepas sembahyang Subuh hari sebelum beliau meninggal lemas?ketika mandi di sungai, beliau telah berpesan kepada rakan-rakannya?supaya?meneruskan usaha dakwah dan mengembalikan orang-orang yang jauh?daripada Islam kepada Islam semula. Amat mengagumkan dan membuatkan saya?terasa?amat kerdil dan tiada nilai.

Semoga roh beliau ditempatkan dalam golongan syuhada sebagaimana yang?dijanjikan oleh Allah s.w.t.

PERSOALANNYA, diri kita, keluarga dan anak-anak kita bagaimana? Adakah?telah pasti terselamat dari seksa alam akhirat? sama-sama kita renungkan.

** gambar2 diambil ketika jenazah sampai di masjid sri petaling.? wassalam

Share
1

DI INDIA ADA PUSAT HADIST DUNIA

Sumbangan Madrasah Darul Ulum Deoband pada Dunia Islam
Deobandi dan Sejarah Kebangkitan Islam di India-Pakistan (Sebuah Sketsa Awal)
Deobandi merupakan sebuah gerakan keagamaan yang lahir di ‘Deoband’ (Uttar Pradesh) India, bermula dari sebuah madrasah dengan nama Darul Ulum Deoband. Dengan banyaknya pengikut dan pengaruh madrasah ini maka tidak heran kalau akhirnya institusi seperti Deoband kemudian berkembang menjadi sebuah pergerakan religius yang besar dan menyebar hampir disetiap komunitas Muslim Sunni di Pakistan. Disamping para pengikut kelompok lainnya seperti Barelwi, Jama?ah Tabligh dll. Kendati demikian banyak kritik dan kecaman menentang ajaran-ajaran Deoband , tapi eksistensinya masih meluas hingga saat ini. Tidak diragukan lagi dengan kehebatan para ulama mereka, tercatat bahwa pendiri Barelwi, Tablighi Jamaat dll merupakan hasil didikan madrasah Darul Ulum Deoband.
Berikut ini sedikit ikhtisar tentang sejarah, perkembangan dan kiprahnya dalam menegakkan Shariat Islam yang berpedoman pada Quran dan Sunnah, begitu juga dengan perjuangannya untuk kemerdekaan bangsa dari kolonialisme yang saat itu berekspansi di Sub-Continent. Disamping juga pertanyaan seputar Deobandisme ‘sebuah kepercayaan atau sekte’ serta eksistensi mereka sekarang ini, sedikit banyak juga akan dibahas disini.

Dar-ul-Ulum Deoband; Batu Pertama Revivalisme Islam

Darul Ulum Deoband didirikan pada 30 Mei 1867 pada sebuah masjid kecil di kota Deoband oleh Maulwi Fadlur Rahman, Maulwi Zulkfikar Ali dan Maulwi Muhammad Mahmud. Murid pertama yang mengemban ilmu di madrasah ini adalah Syeikhul Hind Maulana Mahmud-ul-Hasan dan kemudian pada akhir tahun jumlahnya meningkat hingga 78 pelajar. Disebutkan bahwa sebenarnya cikal bakal berdirinya Daar-ul-Ulum Deoband merupakan buah pemikiran Maulana Muhammad Qasim Nanotwi (1833-1877), yang mana beliau berharap tidak adanya beban finansial bagi pelajar dan pengajarnya sehingga proses belajar mengajar dapat terlaksana dengan penuh takwa dan ikhlas karena Allah swt. Kemudian pada tahun 1880 Maulana Muhammad Qasim meninggal dan posisinya digantikan oleh Maulana Rashid Ahmed Gangohi (1829-1905).
Sekitar tahun 1867 Darul Ulum Deoband memulai belajar dari bawah pohon pada sebuah Masjid Chatta, dan ketika masjid ini tidak dapat menampung lagi jumlah pelajar yang semakin bertambah hari demi hari akhirnya dibangunlah masjid lainnya yang kemudian berpindah pada tahun 1874. Perkembangan pesat terjadi pada jumlah pelajar yang terus berdatangan di madrasah ini sehingga ia harus mulai mengepakkan sayapnya dengan pembangunan-pembangunan gedung dan penambahan fasilitas belajar seperti gedung fakultas Hadist yang telah diseleseikan pada tahun 1931 dan gedung fakultas Tafsir. Pada tahun 1940, Raja Zahir Shah Afghanistan telah membangun Gerbang madrasah yang kemudian diberi nama ‘Baab-uz-Zahir’.
Darul Ulum juga dikenal dengan sebutan Qasim-ul-Ulum yang diambil dari nama Maulana Muhammad Qasim Nanotwi sebagai pendirinya dan institusi ini merupakan institusi religius dengan sistem pendidikan yang bagus. Perlu diingat bahwa Deobandi adalah pengikut madzhab fiqh Abu Hanifa, sedangkan untuk aqidah mereka mengikuti Abu Mansur Maturidi. Sekitar seribu pelajar lebih mengemban pendidikan di madrasah ini sedangkan yang empat ratus nya mendapatkan fasilitas asrama. Pelajar yang berdatangan kesini bukan hanya berasal dari India tapi juga dari berbagai negara muslim lainnya seperti Afghanistan, Afrika Selatan dan Inggris. Jamiah Millia Nawakhali dan Madrasah Qasim-ul-Ulum Muradabad juga termasuk cabang dari institusi ini.
Ada beberapa ajaran yang dipegang kuat oleh Deobandi dan dianggap sebagai elemen dasar mereka, yaitu: (i) Tauhid, konsep yang mereka fahami sebagai Abrahamic monotheism bahwa tidak ada sesuatupun yang dapat menyerupai sifat-sifat Nya. (ii) Mengikuti Sunnah, yaitu menerapkan dan mengamalkan ajaran Rasulullah Sallalluhu Alaihi Wassalam. (iii) Mencintai para Sahabat Rasulullah Sallalluhu Alaihi Wassalam dengan mengikuti tindak-tanduk mereka. (iv) Taqlid wal Ittiba’, memberikan preferensi kepada salah satu yurisprudensi Islam yang terdahulu. (v) Jihad fi Sabilillah, mengerjakan jihad yaitu berjuang di jalan Allah Swt.
Sedangkan metode pengajaran yang digunakan dalam madrasah ini yaitu mengikuti sylabus belajar-mengajar pada zaman Rasulullah Sallallahu Alaihi Wassalam hingga abad ke-10 Hijriyah; yang menitikberatkan pada sistem belajar tradisional dalam Islam yaitu menghubungkan nalar rasionil dan ilmu tradisional (traditional science). Adapun buku-buku pokok yang diajarkan pada setiap kurikulumnya sekitar 11 buku hadist dan beberapa buku tambahan untuk materi-materi lainnya, sedangkan kurikulum lengkapnya mencapai 81 buku yang akan dipelajari. Dibawah kuasa Maulana Rashid Ahmad Gangohi institusi ini meniadakan mata pelajaran seperti ilmu logika dan filsafat seperti yang dilakukan oleh Shah Wali Allah pada Rahimiyah yaitu dengan menekankan belajar al-Qur’an, Hadist dan Fiqh.
Rizvi memaparkan tiga metode yang mereka terapkan pada institusi ini: (i) primer (yaitu memahami kandungan isi buku), (ii) tingkat menengah (mengerti isi buku dan topik disamping juga naskah buku), (iii) tingkat tinggi (lebih menekankan pada diskusi dan pemahaman yang mendalam).
Bahasa pengantar yang digunakan adalah bahasa Urdu, maka setiap pelajar harus mengerti dan bisa menggunakan bahasa tersebut baik dari dalam negri maupun luar negri. Dan disebutkan bahwa Deoband merupakan institusi pendidikan pertama kali di India yang tidak menarik biaya kepada pelajarnya selama lebih dari se-abad. Pada akhir abad ke-19 banyak madrasah-madrasah yang dikenal dengan Deoband dari Peshawar hingga Madras, dan mereka terdaftar mencapai 8934 madrasah, primer maupun tingkat lanjut, sampai sekarang-pun masih terus menyebar dengan satu karakteristiknya yaitu merupakan divisi utama bagi ulama sub-continent.

Senin, 10 May 2010 10:55
E-mail Cetak PDF

Memang harus diakui, keselamatan umat Islam ini tergantung dari pengorbanan ulama umat, seperti apa yang bisa dilihat di India. Kemerdekaan India dari Inggris adalah berkah perjuangan dan pengorbanannya ulama-ulama India pada saat penjajahan Inggris yang selalu menyuarakan jihad kepada rakyat India yang Muslim. Dan pusat lahirnya ulama-ulama India adalah dari Darululum Deoband.

Darululum Deoband adalah madrasah yang tertua diseluruh negeri India bahkan boleh dikatakan salah satu dari madrasah yang tertua di seluruh dunia. Darululum Deoband didirikan tahun 1866, Deoband adalah nama kampung yang terletak di Provinsi Uttar Pradesh.

Pada penjajahan Inggris di India keadaan umat Islam pada saat itu sangat rusak. Inggris berhasil memecahbelahkan kesatuan umat Islam India dan berhasil menjahui umat Islam dari kehidupan Islam seperti mana Belanda berhasil merusak kesatuan umat Islam di Indonesia ketika zaman penjajahan dulu.

Kerusakan umat Islam di India inilah yang membuat timbulnya kerisauan seorang ulama India bernama Almarhum Syaikh Maulana Muhammad Qosim untuk menyelamatkan umat Islam dari kerusakan. Suatu malam, Syaikh Maulana Muhammad Qosim Nanutwi bermimpi berjumpa dengan Rasulullah saw. Dalam mimpinya, ia diperintahkan oleh Rasulullah untuk memulai madrasah. Akhirnya Maulana Muhammad Qosim dengan santri pertamanya Maulana Mahmudul hasan memulai madrasah di bawah sebuah pohon yang rindang di tengah-tengah kampung Deoband. Karena keikhlasnya dan pengorbanan Maulana Muhammad Qosim, Allah Allah SWT menolong ulama ini kembali menghidupkan cahaya Islam di India yang telah redup. Sampai sekarang Darul Ulum Deoband telah berhasil mencetak 15.000 ulama termasuk Syaikh Ustad Nik Aziz, ketua partai PAS, Malaysia.

[Suasana Madrasah Deoband]

Suasana Madrasah Deoband
Dan ulama-ulama alumi Darul Ulum Deoband telah menyebar di seluruh dunia dan membuka madrasah-madrasah di seluruh dunia. Semua madrasah-madrasah di Pakistan, Bangladesh, Burma, Afghanistan, Srilanka, Afrika selatan, Inggris, Thailand, Malaysia merupakan hasil dan dampak baik secara langsung atau tak langsung dari Darul Ulul Deoban. Bahkan terbentuknya negara Pakistan juga salah satu hasil dari pengorbanan ulama-ulama Deoband.

Madrasah Darul Ulum Deoband menjadi pusat mahzab Hanafi dan terkenal dengan ilmu hadistnya sehingga kelas yang tertinggi di madrasah Deoband adalah kelas hadist yaitu kelas yang hanya mempelajari kitab kitab hadist. Dan banyak muhadisin (ulama pakar hadis) yang telah lulus dari Deoband, seperti Almarhum Syaikh Maulana Anwar Shah Kasymiri beliau seorang ulama yang mengajar kitab Bukhori di madrasah Deoband dan beliau hafal semua hadist-hadist yang ada dalam kitab Bukhari.

Kelebihan lain dari Darul Ulum Deoband adalah turut melahirkan para pengarang kitab agama yang terkenal diseluruh India, seperti Almarhum Syaikh Maulana Asyrof Ali Natutwi, beliau berhasil mengarang hampir 1000 kitab dalam bahasa Arab maupun Urdu.

Darul Ulum Deoband juga berhasil mencetak dai dan para mubaligh yang sudah tersebar seluruh India, bahkan dunia, seperti Almarhum Syaikh Maulana Ilyas pemimpin dan pencetus pertama Jamaah Tabligh. Syaikh Maulana Ilyas adalah salah satu alumni madrasah Deoband yang risau dengan keadaan umat Islam dan memulai langkapnya di dalam dakwah dan tabligh. Sampai kini, gerakan Jamaah Tabligh mengirimkan dai ke seluruh India, Pakistan, bahkan ke berbagai penjuru dunia. (Harnes Yudha)
http://www.sabili.co.id/aspirasi-anda/sumbangan-madrasah-darul-ulum-deoband-pada-dunia-islam

 

Share
13

Karguzari Jemaah ke Papua, Indonesia Labels: karguzari

Beberapa karguzari usaha dakwah di Papua, dikongsi bersama daripada rakan-rakan fb. Gambar menunjukkan Derry Sulaiman menatap hiba mayat yang diawetkan dari salah satu suku di Wamena ketika beliau khuruj fisabilillah di sana, sekitar 3 bulan yang lalu. Sekilas tentang populasi penduduk, agama, bahasa dan info Papua lainnya boleh rujuk di wikipedia.


Berikut ini mungkin rakaman video dari CD yang dimaksudkan, berdasarkan kepada karguzari dan penerangan ringkas video ini di youtube…


Read the rest of this entry »

Share
5

KARGOUZARI: ?(Syekh) Taher?

Di Kerinci terkenal para ahli Ibadah yang mengamalkan Thariqat. Banyak sekali macam-macam Thariqat mereka, ada naqsabandiyyah, Shatariyyah, pokoknya banyak, ane lupa satu persatu. Bahkan masih banyak pula dukun-dukun yang berpraktek menjadi Imam masjid (dijadikan tokoh agama) di kampung-kampung. Read the rest of this entry »

Share