About Author: GOTABLIGH.COM

Website
http://www.gotabligh.com
Description
My kubur near my house

Posts by GOTABLIGH.COM

0

DAKWAH DI PERANCIS

markazriiwn(gambar sebelah markaz raywind pakistan)

Abdul Basith Nasution > Kargozari Dakwah
Kisah dakwah di Perancis pd zaman hadratzi Maulana yusuf..
Suatu hr raja arab ingin mmbli tanah di franc utk membangun sebuah mesjid.Lalu raja mengirim sebuah surat kpd presiden franc..
Jwban presiden franc kpd raja,bisa wahai raja..
Asalkan siapkan tanah jg bwt saya di arab utk membangun gereja..
Raja faisal katakan wahai presiden jika gereja di bangun di arab mk ini akan mmbwt kemarahan umat islam diseluruh dunia…
Mk presiden franc jg mnjwb bgt jg di franc,jk dibangun gereja bs mmbwt kemarahan umat nasrani di franc…
Mk hal ini diketahui oleh maulana yusuf..
Lalu ada seorg mahasiswa yg bernama sana’ Allah,dia org yg terpintar diseluruh universitas di india..
Mk maulana yusuf mmanggil org tsb..
Hai sana’ Allah apakah kau org pintar..???
Ya Maulana saya org pintar…
jika kau mengaku org pintar bwtlah Dakwah kt maulana…
Maka sana’ Allah dpt takazah utk dakwah ke franc..
Selama di markas nizamuddin sana Allah trus bertanya kpd maulana…
Wahai maulana bgmn caranya…??
Maulana hanya katakan Gunakanlah kepintaranmu krn engkau sudah mengaku org yg pintar…
Setelah sana’Allah smpai di franc,dia mnginap disatu apartemen N ia jg bingung bgmn cr bs bertemu org2 islam..
Mk dia lht ada sebuah buku tlp…
ia tlp nama2 yg berbaur islam utk mngadakan jord…
Lalu bnyklah yg dtg sktr ratusan org,tetapi sdktpun tdk paham apa mksd yg dikatakan sana’ Allah..
dr ratusan itu pengikutnya cm 10 org…
Selama 3 thn menempa iman barulah bs khuruj 3 hr..
N pengikutnyapun bnyk bertambah..
Lalu presiden franc mmberikan tanah dgn cuma2 kpd org islam utk dibngun mesjid..
Stelah itu sana’Allah hrus kembali ke india utk karghujari dgn maulana yusuf..
Sana’Allah hanya 1 bln brsama maulana yusuf stelah itu maulana yusuf wafat…
Shingga hadrazi diganti dgn maulana innamul hasan..
Slama di india sana’Allah silaturahmi N mentasykil salah satu dosen yg sngat anti dgn tabligh..
Sana’Allah katakan wahai profesor engkau mw mndptkan gelar prof engkau mncoba suatu riset sehingga engkau mndpt gelar prof..
Apa salahnya klu engkau mncoba hal ini..???
ayolah prof engkau sudah sngt tua apa salahnya mncoba…
Mk prof pun dtg dihari jaulah..
Tetapi prof mnt kpd sana’Allah utk jaulah dluar..
mk di ijinkanlah…
Stelah jaln 3 langkah mk prof lgsg katakan Allahu akbar BESAR..BESAR..B?ESAR
Sana’Allah tanya apa yg besar ya prof…???
Prof jwb;Subhanallah? br aku jln 3 langkah Allah SWT mmperlhtkan kpdku sungguh besar pahala org yg bwt jaulah..
Shingga prof tak sanggup lalu uluh hatinya pecah krn besarnya pahala itu…
Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun
Stelah 3 thn di india Sana’Allah dpt takazah utk ke franc dgn bw jama’ah…
Lalu sana’Allah brgkt ke france dgn jumlah jam’ah 10 org..
Smpai di airport franc mrk lgsg sholat ditengah lapangan airport..
Tetapi para awak N pramugari airport katakan maaf pak kt sudah siapkan mesjid di airport ini…
Alangkah sngt terkejutnya sana’allah bgt mlihat mesjid yg ratusan org antri utk mlksanakan sholat..
Sana’Allah bertanya kpd seorg imam mesjid..
Wahai bpk knp sangat ramai org2 yg sholat..??
Imam katakan dahulu 6 thn yg lalu ada seorg anak muda yg brnama sana’Allah..
Dia bwt suatu usaha dakwah di franc…
Asbab dia skrg ini mesjid2 di franc berjumlah 3000 mesjid..
Karghujari from:Maulana Khalilullah pikirman Nizamuddin..
1 Februari pukul 16:44 ? Suka ? Ikuti Kiriman ? Laporkan
16 orang menyukai ini.
Selamet Riyadi
alhmdllh ketika di jepang dulu Allah pertemukan kami dgn prof.sanaullah.beliau sering di sebut sbgai FATHUL FRANCE
1 Februari pukul 19:11 ? Suka ? 3
Abdul Basith Nasution
Subhanallah bs ktemu dgn beliau…
Beliau pesan agar karghujari ini sampaikan kpd seluruh jama’ah…

Share
0

Astaghfirullah – Sufi Ritual – What is this?

his is shocking, May Allah guide the Ummah, how can people justify this as “Islamic” this is so wrong!! AMONG THE SIGNS OF QIYAMAH!!

his is shocking, May Allah guide the Ummah, how can people justify this as “Islamic” this is so wrong!! AMONG THE SIGNS OF QIYAMAH!!

Share
0

Bishwa Ijtema 2013-when will be held ?

The Tablighi Jamaat?Bishwa Ijtema?2013 will be held in two phases.The first shift of Ijtema will be held?from 11?January to?13 January?and the second shift of Ijtema will be heldfrom18?January to?20?January 2013. From the last year 2012 Biswa Ijtema is being held in two phases to tackle ever increasing rushes of muslimis to make sure its soft conduct, on the bank of Turag River at Tongi, neighboring to Uttara Model Town, Dhaka,Bangladesh, Ijtema finished on 15 January. The 2nd shift of the 3-day Ijtema finished on 22 January. In each shift devotees of various districts of Bangladesh came to join the Bishwa Ijtema
vvvvvvvvvvvvvvvvMuslims are in prayer: Ijtema
Muslims from many countries of abroad took part in two phases Ijtema, which were from about 100 countries??counting?Pakistan,?India, China, Iraq, Srilanka, Myanmar, Oman, Malaysia, Kuwait, Nigeria, Japan, Saudi Arabia, Qatar, Iran, Kazakhstan, Singapore, Europe ,USA etc.
After Bishwa Ijtema Tongi,Dakha,Bangladesh the second biggest?Tablighi Jamaat?Ijtema is ?Bhupal Ijtema?, India. The third biggest Ijtema is ?Raybende Ijtema?, Pakistan. The greatest numbers of foreigners join only in Bishwa Ijtema,Tongi, Bangladesh. Now Bishwa Ijteam ,Tongi is the second largest muslims congregation of the world.
dddddddddddddBishwa Ijtema Venue
The key aspect of the Tablighi Jamaat Bishwa Ijtema is to make easy and clear to know Tablig, Fear Allah at heart, Worldly success is no success, Follow footprints of the Prophet Muhammad(sw/pbuh).Lectures given by all moulana were followed by translation into English,Bengali?and other languages of the world.The muslims who did not came to join the Bishwa Ijtema,Tongi.,they ware unable to hear the sermon ?or ?Bayan of Bishwa Ijtema.The muslims who did not collect the audio and video of the Bishwa Ijtema sermon (Bayan) they can be?listen?the all Bishwa Ijtema Bayan.
Share
2

FATWA ULAMA TENTANG JAMAAH TABLIGH

FATWA ULAMA TENTANG JAMAAH TABLIGH

1. Fatwa Darul Uloom Trinidad and Tobago tentang Jamaah?Tabligh
Mengenai banyak diskusi tentang Dawah dan Tabligh atau Jamaah Tabligh, banyak cendekiawan dan lainnya seperti Dr Zakir Naik dan ulama lainnya mengkritik dan mengatakan itu adalah bidah untuk berpartisipasi dalam Dawah dan Tabligh, dari mana mereka mendapatkan pandangan-pandangan seperti ini ? Merek

a mengatakan Jamaah Tabligh tidak berdasarkan Quran dan Sunnah. Apa pendapat Anda tentang masalah ini?Upaya Jamaat Tabligh adalah salah satu yang sangat mulia yang telah sangat berhasil dan telah memperoleh penerimaan luas oleh ribuan Ulama besar dunia, dari permulaan hingga saat ini.Pekerjaan ini hanya mengingatkan umat Islam tentang iman mereka dan menanamkan dalam diri mereka, keseriusan berlatih Islam. Pekerjaan Tabligh tidak memberitakan hal apapun yang bertentangan dengan ajaran Quran dan Sunnah, dan menyebarkan pesan Islam yang sebenarnya. Pekerjaan yang membawa pesan tentang bagaimana seorang Muslim dapat meraih sukses di dunia ini dan berikutnya, dan mendesak umat Islam untuk berpegang teguh kepada Sunnah Nabi (SA).Pembicaraan, pidato dan nasihat diberikan, didasarkan pada Iman dan berjuang di jalan Allah, sehingga pesan Islam dapat mencapai rumah-rumah setiap orang Muslim. Jika survei diambil hari ini, akan terlihat bahwa Jamaah Tabligh adalah melakukan upaya seperti apa yang telah Nabi (SA) dan para sahabat buat. Saudara-saudara yang terlibat dalam Dawah dan Tabligh berupaya dengan susah payah dan menghabiskan uang mereka untuk bepergian ke tempat yang jauh dalam rangka menyebarkan pesan Islam. Mereka tidak meminta apa pun. Waktu mereka banyak dihabiskan dalam masjid.

Mereka yang berbicara buruk tentang pekerjaan mulia ini, karena ketidaktahuan mereka tentang apa yang terjadi di dalam pekerjaan Tabligh, atau mereka salah informasi, atau ada kemungkinan bahwa mereka mungkin tidak menyukainya tanpa alasan sama sekali.

Alhamdulillah, melalui berkat-berkat yang Allah Telah diberikan kepada Usaha Da?wah dan Tabligh puluhan ribu Muslim telah berubah, dan telah mengubah perjalanan hidup mereka ke arah yang benar. Ribuan (orang muslim) yang tidak pernah melakukan shalat sudah mulai melakukan itu, dan juga melakukan tugas lain sebagai Muslim. Pada usaha ini, sebuah kebangkitan besar telah terjadi, dan Muslim sekarang menjadi lebih sadar akan agama mereka.

Kita melihat setiap hari, bahwa sementara ada banyak umat Islam yang tinggal di sekitar Masjid, hanya sangat sedikit yang datang untuk shalat berjamaah. Mayoritas tinggal di rumah, sementara banyak bahkan mungkin tidak melakukan shalat sama sekali. Hal ini karena keadaan, kita menemukan bahwa saat ini, masjid masih banyak kosong, terkunci, kotor, menyedihkan dan tanpa pengawasan. Banyak Muslim tampaknya telah kehilangan semangat untuk menghadiri rumah Allah.

Kita jarang melihat orang lain yang mengunjungi orang-orang Muslim yang tidak menghadiri masjid atau lemah dalam agama mereka. Untuk menambah ini, kita juga menemukan beberapa kali, misionaris Kristen datang ke berbagai tempat, mengajak orang-orang Muslim untuk Perang Salib. Setiap minggu, kita menemukan bahwa misionaris Kristen mengunjungi rumah-rumah semua orang, termasuk rumah-rumah umat Islam, untuk menyebarkan agama mereka.

Sementara ketika semua ini berlangsung, kita menemukan bahwa tidak banyak yang dapat dilakukan, (pada kenyataannya, di banyak tempat, tidak ada yang dilakukan) untuk membawa umat Islam ke masjid, dan untuk mendatangi mereka dalam upaya untuk memperkuat mereka Imaan dan Islam. Dalam situasi ?ingin?, kita menemukan bahwa sebagian besar waktu, itu adalah Jamaah Tabligh yang telah datang untuk menghidupkan kembali semangat Islam di kalangan umat Islam.

Jadi, inti dari penjelasan ini, adalah bahwa pekerjaan Tabligh adalah upaya yang sangat penting dan mulia yang didasarkan pada ajaran Al-Qur?an dan Sunnah Nabi (SA).

Dan Allah tahu yang terbaik.
Mufti Waseem Khan

2. Fatwa Mufti Ebrahim Desai Darul Ifta, Madrasah In’aamiyyah, Camperdown, South Africa tentang Jama?ah Tabligh

Allah Taala menyatakan bahwa salah satu alasan bagi umat ini yang berjudul sebagai Ummat yang terbaik, adalah praktek ?memerintahkan yang baik dan mencegah kejahatan?

Nabi (shallallahu alayhi wasallam) menyatakan, ?Apabila diantara kalian melihat kemungkaran, maka ia harus mengubahnya dengan tangannya Dan jika ia tidak mampu melakukannya maka ia harus mengubah dengan lidahnya.. Dan jika ia tidak dapat melakukannya dengan lidahnya, maka dia setidaknya harus meyakini bahwa itu adalah kemungkaran Dan ini adalah selemah-lemahnya Imaan.. ? (Mishkat)

Hadhrat Nu?maan bin Basheer (Radhiallaahu anhu) mengatakan bahwa Rasulullah (shallallahu alayhi wasallam) memberikan contoh orang berlayar di sebuah kapal memiliki dek atas dan dek bawah. Orang-orang dari dek bawah membutuhkan air dan air permintaan dari orang-orang di dek atas. Orang-orang dari dek atas menolak air sehingga orang-orang dari dek lebih rendah memutuskan untuk membuat lubang di lantai kapal dan mendapatkan air dari laut. Rasulullah (shallallahu alayhi wasallam) bersabda, ?Jika orang-orang dari dek atas tidak berhenti orang-orang di bagian bawah dari membuat lubang, kapal akan tenggelam dan semua orang bepergian akan tenggelam.? (Mishkat vol 2 hal.. 436)

Demikian pula, jika orang tidak melarang kejahatan dan dosa dalam masyarakat, seluruh masyarakat ? yang tidak bersalah dan jahat ? sama akan menderita.
Hadhrat Abu Hurairah (Radhiallaahu anhu) menyatakan bahwa Rasulullah (shallallahu alayhi wasallam) bersabda, ?Perintahkan manusia berbuat kebaikan dan melarang kejahatan atau Allah akan mengirim menerima hukuman yang akan menghancurkan semua orang.? (Ibid)

Kutipan di atas Al-Quran dan Ahaadith Rasulullah (shallallahu alayhi wasallam) jelas bahwa memerintahkan yang baik dan melarang kejahatan adalah menekankan perintah Allah dan Rasul-Nya. Setiap orang harus melakukan perintah ini. Semua para nabi (?layhimus salam) mengikuti jejak nabi masing-masing dan setelah kematian Nabi mereka, mereka melakukan misi yang sama.

Para Sahaaba Rasulullah (Radhiallaahu anhum) menghabiskan seluruh hidup mereka dalam memerintahkan yang baik dan melarang kejahatan. Karena tidak ada Nabi untuk datang, setiap ummat Rasulullah (shallallahu alayhi wasallam) adalah wakil Nabi dan memiliki untuk membawa pada misi Nabi. Orang-orang?Tabligh Jamaah?mengorbankan waktu, kekayaan dan kenyamanan untuk menjalani kesulitan dan kesulitan untuk pergi di jalan Allah ? untuk melaksanakan Sunnah Nabi ? memerintahkan yang baik dan melarang jahat.

Sejauh yang Jamaat Tabligh yang bersangkutan, itu adalah pandangan kami yang sederhana bahwa mereka bertindak atas perintah Allah Taala dan memenuhi kewajiban dari Syariah. Jamaat menganjurkan ketaatan pada Sunnah dan agar semua orang mengikuti syariah. Tujuan dari perorangan mengambil bagian dalam pekerjaan mulia Tabligh adalah, pertama, untuk mereformasi diri sendiri dan menyelamatkan manusia dari api neraka. Keberhasilan luar biasa dari Jamaat ini terutama karena manifestasi dari enam poin yang melibatkan pemurnian Naffs dan entitas dari Tauhid.

?Tashkeel? Kata secara harfiah berarti ?untuk membentuk?. Dalam terminologi Tabligh, artinya mendesak orang untuk memberikan waktu, untuk keluar di jalan Allah untuk diri reformasi dan menyebarkan baik selama beberapa hari 3, 7, 40, 4 bulan, 1 tahun, dll jumlah hari juga tidak wajib, hanya disarankan seperti disarankan agar seseorang mempelajari pertolongan pertama, misalnya berfungsi satu bulan sebagai practicals.
Sementara ia tidak akan menjadi ahli dalam kedokteran, ia akan tahu hal-hal dasar yang harus dilakukan dalam keadaan darurat. Demikian pula, seseorang akan keluar selama 3 hari, 40 hari, 4 bulan, dll tidak menjadi seorang ahli syariah, tetapi ia akan belajar persyaratan dasar Syariah. Semakin banyak waktu yang dia berikan, semakin dia akan belajar dan menyempurnakan dirinya sendiri. Kerangka waktu bukan kriteria menurut syariah.

dan Allah Ta?ala Tahu yang Terbaik
Mufti Ebrahim Desai

3. Lembaga Fatwa Inggris tentang Jamaah Tabligh Jamaah

<Pertanyaan>
Mufti besarArab Saudi tersebut telah jelas menyatakan ketidaksukaannya terhadap Jamaah Tabligh. pertanyaan saya adalah bahwa, APAKAH SALAH DENGAN KERJA INI bahkan imam dari Haramain telah jelas menyatakan ketidaksukaan mereka.
Tolong anda beri mutiara nasehat mengenai masalah ini.

<Jawaban>
Dalam nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,
Memerintahkan kebaikan dan melarang kejahatan adalah tanggung jawab dari umat Islam (al-Fardh Kifaya). Allah Swt mengatakan:
?Kalian adalah Ummat yang terbaik , yang dikeluarkan untuk umat manusia, memerintahkan kepada yang ma?ruf dan melarang dari kemungkaran.? (QS. Ali Imran, V: 110).

Ini tanggung jawab bersama umat Islam memerlukan upaya terorganisir, dan ini adalah apa yang Jama?ah Tabligh telah lakukan. Bagaimana bisa seseorang dihukum untuk melaksanakan tanggung jawab yang Allah SWT telah menetapkan atasnya?
Perlu dicatat bahwa meskipun metode yang Jama?ah Tabligh untuk penggunaan?Dakwahmereka tidak lazim dalam konteks penuh pada masa Rasulullah (Allah memberkatinya & memberinya kedamaian), namun tidak akan dianggap sebagai suatu inovasi (bid?ah).

Syariah belum ditentukan metode khusus untuk pekerjaan Dakwah. Tanggung jawab Dakwah akan dibuang dengan menggunakan metode apapun, apakah ini adalah dengan mengajarkan ilmu agama kepada murid , menulis buku, mengundang orang-orang Islam, datang ke rumah orang-orang Islam dan memanggil mereka ke Masjid itu (seperti yang Jama?ah Tabligh lakukan) atau cara lainnya.

Mereka yang berasal dari Arab Saudi yang mengkritik kelompok ini biasanya tidak menyadari realitas Tabligh Jama?ah. Ini harus dikatakan kepada mereka: jika pekerjaan ini adalah salah, maka Anda harus menutup universitas Islam di Makkah dan Madinah dan semua perbuatan da?wah yang lainnya , dikarenakan banyak cara yang tidak lazim sebagaimana pada zaman Rasul Allah (Allah memberkatinya & memberinya kedamaian).

Kesimpulannya, tidak ada yang salah dengan kerja Jama?ah Tabligh secara umum. Orang harus didorong untuk bergabung dan berpartisipasi dalam kerja yang menguntungkan ini. Kerja kebathilan sangat aktif dan kerja Jama?ah ini telah dianggap penting dan al-Hamdulillah Jama?ah ini secara keseluruhan telah melakukan tanggung jawab da?wah dengan sangat baik

Jika ada kesalahan yang dilakukan orang yang terlibat dalam pekerjaan ini (seperti yang memang ada beberapa orang yang melakukannya), itu harus dikoreksi oleh para ulama dengan kebijaksanaan, wawasan, kelembutan dan kesopanan.
Dan Allah tahu yang terbaik

[Mufti] Muhammad bin Adam
Darul Iftaa
Leicester, Inggris

4. Hukum Khuruj menurut Lembaga Fatwa Mesir

Pertanyaan:
Apa hukum khuruj yang dilakukan oleh kelompok Jamaah Tablig? Apakah perbuatan itu termasuk bid?ah ?

Jawaban:
Mufti Agung Mesir, Prof. Dr. Ali Jum?ah Muhammad:
Khuruj yang dilakukan oleh Jamaah Tablig adalah perbuatan yang boleh dilakukan bagi orang yang mampu untuk berdakwah dengan sikap lembut, penuh hikmah dan mampu memberi nasehat dengan baik serta bersikap ramah dan sopan kepada orang-orang. Selain itu, orang tersebut juga harus mengetahui dengan baik apa yang dia sampaikan kepada orang-orang, tidak menerlantarkan keluarganya dan orang-orang yang menjadi tanggung jawabnya.

Adapun penetapan masa khuruj selama 4 hari, 40 hari dan lain sebagainya, hanyalah merupakan masalah teknis murni yang tidak ada hubungannya dengan masalah bid?ah. Ini selama pelakunya tidak meyakini bahwa penetapan jumlah hari itu adalah sesuatu yang disyariatkan.

5. Keputusan Majelis Fatwa Negeri Sabah

Jamaah Tabligh di Negeri Sabah
1. Ahli Majelis Fatwa telah membincangkan perkara tersebut pada
Muzakarah Fatwa Negeri Sabah bil 1/2004 pada 19 ? 20 Januari 2004 M
Muzakarah Fatwa Negeri Sabah bil 3/2004 pada 6 ? 8 Oktober 2004 M dan
Muzakarah Majelis Fatwa Negeri Sabah bil 1/2005 pada 12 ? 14 September 2005 M
Dan memutuskan bahawa ;

a. Ajaran Jamaah Tabligh ini didapati tidak bercanggah dengan Akidah Ahli Sunnah Wal Jamaah
b. Jamaah ini tidak dikategorikan sebagai ajaran sesat

Pendapat Alim Ulama Tentang Jamaah Tabligh

a. Pendapat Syaikh Asyraf Ali Thanwi
Ketika Syaikh Muhammad Ilyas berusaha menerangkan tentang usaha Dakwah dan Tabligh ini kepada beliau, beliau berkata, ?Sungguh masalah ini sudah sangat jelas. Tidak perlu dalil-dalil lagi. Pengaruh dan hasil usaha ini telah begitu jelas. Dikemukakan dalil hanyalah untuk memperjelas kebenaran. Namun saya telah berpuas hati ketika menyaksikan dengan mata kepala saya sendiri, sehingga saya tidak memerlukan penjelasan atau dalil-dalil lagi. Bahkan usaha Anda telah merubah keputus-asaan saya menjadi harapan.?

b. Pendapat Mufti Muhammad Syafi?
Beliau berkata, ?Sesungguhnya, gerakan yang telah dirintis oleh Syaikh Muhammad Ilyas ini telah memberikan sumbangan dan jasa yang besar bagi seluruh dunia. Oleh karena itu, kepada para ulama hendaknya mau mempelajari manhaj Syaikh Muhammad Ilyas dan membukukan sejarah gerakan imaniyah ini secara terperinci sehingga dapat diambil pelajaran oleh pihak-pihak yang ingin berusaha menjalankan dakwah, menyeru manusia kepada Allah swt, serta menjadi lampu penyuluh bagi generasi yang akan datang.?

c. Pendapat Syaikh Muhammad Manzhur Nu?mani
Beliau berkata, ?Saya yakin bahwa usaha ini satu-satunya usaha yang dapat menghidupkan kembali ruh keimanan dengan sempurna dikalangan umat muslimin. Sesungguhnya kesimpulan ari hakekat usaha ini telah saya pelajari secara ilmiyah dengan matang. Saya tidak terpengaruh oleh pemikiran Syaikh Ilyas walaupun beliau sendiri sering menjelaskannya. Namun saya berusaha keras mempelajari dakwah ini melalui Alquran dan Assunah dan segala sesuatu yang diperlukan oleh umat dewasa ini. Dengan senantiasa mengaji dan menyertai perjalanan-perjalanan dakwah Syaikh ilyas, semakin kuatlah keyakinan saya, bahwa usaha dakwah dan tabligh ini yang seperti inilah yang sangat diperlukan oleh umat pada saat ini, dan cara seperti ini adalah suatu cara pembaharuan yang paling mudah dan menyeluruh.?

Beliau berkata, ?Mursyid saya berkata kepada saya, ?Alangkah baiknya jika sekarang engkau berkenan meluangkan waktu bersama Syaikh ini (Syaikh Ilyas). Sesungguhnya ini beliau sedang berjalan dengan kecepatan ribuan mil perhari.? Sungguh selama ini saya tidak percaya dengan apa yang saya baca dalam sejarah perjuangan dan pengorbanan para pemimpin Islam, para wali Allah dan para shalihin dalam rangka menegakkan agama. Bahkan saya menganggap apa yang saya baca itu sesuatu yang berlebih-lebihan. Hal tersebut telah menyebabkan saya termasuk orang yang pada mulanya menentang usaha dakwah ini. Namun pada akhir-akhir ini, setelah saya meluangkan waktu bersama Syaikh ilyas dan menyaksikan sendiri pengorbanan, kerisauan, dan kasih sayang beliau dalam menegakkan kalimatullah, terbukalah mata saya terhadap kebenaran hal-hal yang saya baca dalam sejarah mengenai para pejuang yang gigih dan tangguh itu.?

d. Pendapat Syaikh Husain Ahmad Madani
Beliau paling bersemangat membela Jamaah Tabligh dari serangan orang-orang yang anti Jamaah Tabligh dari kalangan kaum muslimin atau dari luar. Beliau sangat yakin bahwa negara-negara Islam sangat memerlukan gerakan dakwah seperti ini. Beliau berkata dalam ceramahnya, ?Anda tidak mengetahui apa yang sedang Anda lakukan. Sesungguhnya itulah tugas tetap Rasulullah saw. Betapa banyak generasi yang lalu tidak menghiraukan perjuangan dan pengorbanan ini, maka bersyukurlah Anda kepada Allah atas nikmat yang sangat besar ini. Allah berfirman.
?Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam.

?Mereka merasa telah memberimu nikmat dengan keIslaman mereka, katakanlah, Jangan kamu merasa telah memberi nikmat kepadaku dengan keIslamanmu. Sesungguhnya Allah, Dialah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjukimu kepada keimanan jika kamu adalah orang-orang yang benar.?
Menurut beliau, cara dakwah seperti inilah yang dahulu pernah dipakai dalam menyebarkan Islam ke seluruh dunia.?

e. Pendapat Syaikh Mufti Mahmud Ahmad
Beliau berkata, ?Gerakan dakwah Syaikh Muhammad Ilyas bukan merupakan pembaruan yang bersifat parsial dan terbatas, tetapi suatu pembaharuan dan penyelesaian yang menyeluruh. Gerakan tersebut merupakan gerakan pembangunan bagi seluruh manusia dan kehidupan agama secara sempurna. Ia adalah cara memasukkan hakikat agama ke dalam hati dan menyebarkan Islam ke seluruh dunia.?

f. Pendapat Allamah Mufti Azizurrahman
Syaikh Mufti Azizurrahman telah menulis sebuah buku tentang Syaikh Muhammad yusuf Al-Khandahlawi. Diantara ungakapannya ia menulis, ?Dengan penuh keyakinan saya tegaskan bahwa usaha dakwah dengan cara inilah yang dapat menjamin kebahagiaan dunia dan akhirat. Usaha inilah satu-satunya cara untuk mengembalikan kaum muslimin kepada Islam sebagaimana sediakala.?

g. Pendapat DR. Dzakir Husain
Beliau berkata, ?Sungguh, saya melihat kerja jamaah dakwah dan tabligh sangat sederhana. Namun saya menjumpai di dalam menyeru manusia untuk taat kepada Allah.?

h. Pendapat Allamah Ubaidillah As-Sindhi
Syaikh Muhammad Ilyas berkata, ?Dulu Syaikh Ubaidillah As-Sindhi berkata, ?Gerakan ini telah dimulai pada waktu yang tidak tepat dan mustahil akan berhasil kecuali jika pemerintahan di negri ini telah berubah, yaitu jika India telah merdeka dari penjajahan Inggris. Namun kini Syaikh Ubaidillah berkata, ?Saya telah berkunjung ke berbagai negara di dunia. Saya sangat berputus asa melihat negara-negara yang saya kunjungi. Namun, kini saya telah melihat adanya secercah harapan. Sungguh saya akan belajar dari gerakan dakwah ini. Saya akan mengunjungi Mewat untuk melihat para pejuang yang bergerak menjalankan dakwah dan pembaharuan mengikuti dakwah Syaikh Muhammad Ilyas.?

i. Pendapat Syaikh Athaillah Syah Al-Bukhori
Beliau pernah datang ke Markas Nizhamuddin, untuk melihat langsung usaha ini. Beliau berkata, ?Saya percaya bahwa Syaikh Nizhamuddin yang dijuluki Auliya telah wafat. Namun, saya melihat bahwa beliau masih hidup dan diberi rezeki (yaitu adanya Syaikh Muhammad Ilyas). ?Dan berkata, ?Sungguh saya merasa baru masuk Islam ketika saya hadir di Markas Dakwah dan Tabligh di Nizhamuddin. Barang siapa ingin memperbagarui imannya dan ingin menjadi seorang muslim yang sempurna, hadirlah ke markas Dakwah dan Tabligh.? j. Pendapat Syaikh Adam Abdullah Al-Aluri
Beliau berkata, ?Penelitian secara ilmiah terhadap dakwah Syaikh Ilyas memerlukan pemahaman lingkungan maupun tempat yang menyebabkan timbulnya kerisauan Syaikh Ilyas. Juga perlu dipelajari sejarah gerakan ini dan cara-cara pembaharuannya di berbagai sejak awal.?——- ?Sebenarnya, aturan yang berlaku di markas Syaikh Ilyas itu telah berlangsung lebih dari seperempat abad yang lalu. Tentu saja, itu suatu bukti yang jelas bahwa Syaikh Ilyas telah berusaha menghidupkan semua yang dibawa oleh Nabi saw, dan mungkin tidak ada duanya di seluruh dunia Islam. Meskipun di seluruh dunia banyak Markas yang menjadi pusat-pusat dakwah, tetapi tidak satu pun dari markas-markas tersebut yang memiliki contoh sempurna dari kegiatan Masjid Nabawi Syarif pada zaman Rasulullah saw, bukanlah hal itu telah cukup menunjukkan bahwa beliau memang mendapatkan taufik dari Allah untuk berkorban dalam usaha ini ?

k. Pendapat Syaikh Adam Abdullah Al-Aluri
Beliau berkata, ?Jamaah Tabligh berdiri di india dengan kegiatan dakwahnya menyeru manusia kepada Allah, Ta?lim wat ta?lum, dan pendidikan ruhani yang menyeluruh. Jamaah ini didirikan oleh Syaikh Muhammad Ilyas pada tahun 1920 M. beliau menganjurkan agar di dalam dakwah lebih banyak bergerak dari pada sekadar menasehati lewat ceramah atau tulisan. Beliau mendidik kaum muslimin agar mengikuti cara-cara yang telah ditempuh oleh para sahabat, dan beliau juga menulis buku mengenainya sehingga jamaah Tabligh tersebar ke seluruh dunia.?

l. Pendapat Imam Abu Zahrah
Beliau menyaksikan langsung pergerakan jamaah-jamaah di markas Raiwind Lahore. Beliau berkata, ?Sesungguhnya perang salib dan hru-hara Tartar telah melemahkan semangat bangsa Arab. Maka muncullah di India dan Pakistan semangat yang sangat kuat untuk melanjutkan dakwah Islamiyah hingga menyebar ke seluruh negara Asia Timur seperti Indonesia, Malaysia, dan lain-lainnya. Banyak kaum muslimin India yang telah keluar untuk berdakwah Islamiyah. Mereka berbekal sendiri di punggungnya serta menanggung segala kesusahan demi melaksanakan usaha dakwah sehingga Islam berkembang di beberapa wilayah di India Timur, di Philipina dan tempat-tempat lainnya. Bahkan di tangan merekalah banyak negro Amerika masuk Islam dan Islam berkembang di sana. Sungguh kita dapat melihat jamaah-jamaah itu di India dan Pakistan. Mereka keluar berdakwah, menyeru manusia kepada Islam. Mereka menyediakan diri dan harta mereka untuk menyiarkan Islam. Bahkan para pegawai pemerintah juga menyediakan waktu sepuluh persen, seolah-olah nisab zakat mereka.?

m. Pendapat Syaikh Abu Bakar Al-Jazairi
Beliau dalam salah satu tulisannya menyatakan, ?Di tengah masyarakat yang dipenuhi kelalaian, kejahilan, dan syahwat seperti itulah Syaikh Muhammad Ilyas bangkit mendirikan Jamaah Tabligh memikirkan alat dan cara yang tepat untuk menyelamatkan umat dari bahaya tenggelam dalam kejahilan, kegelapan, kefasikan, dan kemusyrikan. Kemudian Allah menunjukkan beliau cara yang sangat tepat dan efektif, yang dengan cara tersebut banyak sekali manusia yang tak terhitung jumlahnya dapat diselamatkan dari lemah iman menjadi kuat iman, dari jahil terdapat Islam kepada cahaya ilmu, dari bahaya kelalaian kepada benteng dzikir, serta dari kefasikan dan kedurhakaan kepada ketaatan.?

Sekarang, saya akan jelaskan mengenai alat yang dipakai oleh Jamaah Tabligh yang telah diilhamkan Allah kepada hamba-Nya, Syaikh Muhammad Ilyas, dan telah dipraktekkannya sehingga dapat menyelamatkan sejumlah besar manusia. Alat tersebut sangat sederhana, tetapi sangat efektif dan tiada duanya, suatu alat dan cara yang menakjubkan yang tidak lebih dari enam point atau enam sifat.?

Syaikh Ibnu Sirrin rah ra, berkata, ?Jika sampai kepadamu berita tantang saudaramu, maka carilah alasan yang membenarkan tindakannya. Jika kamu tidak menemukannya, maka katakanlah, ?Mungkin dia mempunyai alasan.?
Abu Qilabah rah.a. berkata, ?Apabila sampai kepadamu berita tentang saudaramu yang tidak menyenangkan, maka carilah baginya suatu alasan dengan sungguh-sungguh. Dan jika tidak menemukannya, maka katakanlah kepada dirimu, ?Barangkali dia mempunyai alasan yang aku tidak mengetahuinya.?

Sheikh Abu Bakar Jabir Al-Jazairy,
Mudir di Masjid Nabawi dan Universiti Madinah Al-Munawarrah
Mereka berkata: Orang-orang Tabligh membuat bida?ah berupa keluar di jalan Allah secara berjemaah dan membatasi masa keluar 3 hari, 40 hari dan 4 bulan.
Kami katakan:

Sesungguhnya keluar untuk memperbaiki diri adalah seperti keluar untuk menuntut ilmu dan hidayah. Juga seperti keluar untuk mendakwah manusia kepada Allah dan mengajar mereka hal-hal yang bermenafaat di dunia dan akhirat. Semuanya itu adalah keluar di Jalan Allah, apabila di landasi niat yang benar dan untuk mengapai redha Allah s.w.t, bukan untuk memperolehi harta dan penghormatan atau untuk hiburan, permainan dan kebatilan.

Adalah termasuk kelakuan bodoh atau pura-pura bodoh apabila ada orang yang mengingkari keluarnya Jemaah Tabligh untuk kepentingan hidayah bagi manusia, mengajar mereka, memperbaiki diri mereka dan mendidik rohani mereka.
Padahal Rasulullah s.a.w bersabda, ?Sepetang atau sepagi keluar di jalan Allah, lebih baik daripada mendapatkan dunia dan segala isinya.

Juga sabda Rasulullah s.a.w, ?Barangsaiapa mendatangi masjid ini, semata-mata untuk kebaikan yang ia ajarkan atau ia pelajari, laksana mujahid fi sabilillah.?
Dan banyak lagi hadith sahih dan hassan yang mengajarkan dan memberi semangat untuk keluar di Jalan Allah. Alangkah ajaibnya perkataan mereka bahawa keluarnya Jemaah Tabligh adalah bida?ah! Dan lebih ajaib lagi mereka berhujah terhadap ?keluar fi sabilillah secara berjemaah adalah bida?ah? dengan jangkaan mereka bahawa Rasulullah s.a.w mengirimkan Mu’az r.a ke Yaman bersendirian saja dan tidak berjemaah.

Mereka lupa atau tidak tahu bahawa Rasulullah s.a.w tidak mengirimkan Mu’az r.a sendirian tetapi mengirimkan Abu Musa Al Asy?ary r.a bersamanya. Baginda s.a.w bersabda kepada keduanya, ?Gembirakanlah mereka dan jangan kalian buat mereka lari. Mudahkan mereka dan jangan kalian menyusahkan. Bertolong-tolonglah kalian dan jangan berselisih.?

Juga beliau mengirimkan Ali bin Abi Talib dan Khalid bin Sa?id bin al Ash r.huma. Bersama mereka baginda s.a.w mengirimkan rombongan besar untuk dakwah, ta’lim dan memutuskan perkara diantara manusia.

Tentang pembatasan masa keluar yang mereka katakan sebagai Bidaah, adalah peraturan dakwah sebagaimana peraturan sekolah dan universiti yang mengenal batasan masa belajar dan kerehatan, untuk menyiapkan bekal dan perbelanjaan selama masa keluar. Apakah dengan demikian, orang-orang Tabligh dianggap membuat bida?ah kerena mereka mengatur hari-hari untuk kepentingan dan khuruj fi sabilillah (keluar di jalan Allah)?

Alhamdulillah.
Ditulis oleh Sheikh Abu Bakar Jabir Al-Jazairy,
Mudir di Masjid Nabawi dan Universiti Madinah Al-Munawarrah

Demikianlah sekilas ?Apa itu Jamaah Tabligh? dan beberapa pendapat ulama mengenainya. Uraian di atas setidaknya menyibak keasingan Jamaah Tabligh dan membuka hati terhadap maksud dan tujuan Jamaah Tabligh, yang semata-mata gerakan keimanan atas diri dan umat. Umar bin khattab ra. berkata, ?Janganlah kamu berprasangka buruk terhadap kalimat yang keluar dari saudaramu mukmin, kecuali dengan prasangka yang baik selama kamu dapati kemungkinan untuk memahaminya dengan pemahaman yang baik.?

Share
0

Jamaah Tabligh (jangan berputus asa)

TIDAK guna aku ikut dalam dakwah tabligh
SAYA INGIN KELUAR SAJA DARI TARBIYAH
(Sebuah tausyiah)

“Ustadz, dulu ana merasa semangat dalam dakwah. Tapi belakangan rasanya semakin hambar. Ukhuwah makin kering. Bahkan ana melihat ternyata ikhwah banyak pula yang aneh-aneh.? Begitu keluh kesah seorang mad?u kepada murabbinya di suatu malam.

Sang murabbi hanya terdiam, mencoba terus menggali semua kecamuk dalam diri mad?unya. ?Lalu, apa yang ingin antum lakukan setelah merasakan semua itu?? sahut sang murabbi setelah sesaat termenung.

?Ana ingin berhenti saja, keluar dari tarbiyah ini. Ana kecewa dengan perilaku beberapa ikhwah yang justru tidak islami. Juga dengan organisasi dakwah yang ana geluti, kaku dan sering mematikan potensi anggota-anggotanya. Bila begini terus, ana mendingan sendiri saja?? jawab mad?u itu.

Sang murabbi termenung kembali. Tidak tampak raut terkejut dari roman wajahnya. Sorot matanya tetap terlihat tenang, seakan jawaban itu memang sudah diketahuinya sejak awal.

?Akhi, bila suatu kali antum naik sebuah kapal mengarungi lautan luas. Kapal itu ternyata sudah amat bobrok. Layarnya banyak berlubang, kayunya banyak yang keropos bahkan kabinnya bau kotoran manusia. Lalu, apa yang akan antum lakukan untuk tetap sampai pada tujuan?? tanya sang murabbi dengan kiasan bermakna dalam.

Sang mad?u terdiam berpikir. Tak kuasa hatinya mendapat umpan balik sedemikian tajam melalui kiasan yang amat tepat.

?Apakah antum memilih untuk terjun ke laut dan berenang sampai tujuan?? sang murabbi mencoba memberi opsi.

?Bila antum terjun ke laut, sesaat antum akan merasa senang. Bebas dari bau kotoran manusia, merasakan kesegaran air laut, atau bebas bermain dengan ikan lumba-lumba. Tapi itu hanya sesaat. Berapa kekuatan antum untuk berenang hingga tujuan? Bagaimana bila ikan hiu datang? Darimana antum mendapat makan dan minum? Bila malam datang, bagaimana antum mengatasi hawa dingin?? serentetan pertanyaan dihamparkan di hadapan sang mad?u.

Tak ayal, sang mad?u menangis tersedu. Tak kuasa rasa hatinya menahan kegundahan sedemikian. Kekecewaannya kadung memuncak, namun sang murabbi yang dihormatinya justru tidak memberi jalan keluar yang sesuai dengan keinginannya.

?Akhi, apakah antum masih merasa bahwa jalan dakwah adalah jalan yang paling utama menuju ridho Allah?? Pertanyaan menohok ini menghujam jiwa sang mad?u. Ia hanya mengangguk.

?Bagaimana bila temyata mobil yang antum kendarai dalam menempuh jalan itu ternyata mogok? Antum akan berjalan kaki meninggalkan mobil itu tergeletak di jalan, atau mencoba memperbaikinya?? tanya sang murabbi lagi.

Sang mad?u tetap terdiam dalam sesenggukan tangis perlahannya. Tiba-tiba ia mengangkat tangannya, ?Cukup ustadz, cukup. Ana sadar. Maafkan ana. Ana akan tetap istiqamah. Ana berdakwah bukan untuk mendapat medali kehormatan. Atau agar setiap kata-kata ana diperhatikan??

?Biarlah yang lain dengan urusan pribadi masing-masing. Ana akan tetap berjalan dalam dakwah ini. Dan hanya Allah saja yang akan membahagiakan ana kelak dengan janji-janji-Nya. Biarlah segala kepedihan yang ana rasakan jadi pelebur dosa-dosa ana?, sang mad?u berazzam di hadapan murabbi yang semakin dihormatinya.

Sang murabbi tersenyum. ?Akhi, jama?ah ini adalah jama?ah manusia. Mereka adalah kumpulan insan yang punya banyak kelemahan. Tapi di balik kelemahan itu, masih amat banyak kebaikan yang mereka miliki. Mereka adalah pribadi-pribadi yang menyambut seruan Allah untuk berdakwah. Dengan begitu, mereka sedang berproses menjadi manusia terbaik pilihan Allah.?

?Bila ada satu dua kelemahan dan kesalahan mereka, janganlah hal itu mendominasi perasaan antum. Sebagaimana Allah ta?ala menghapus dosa manusia dengan amal baik mereka, hapuslah kesalahan mereka di mata antum dengan kebaikan-kebaikan mereka terhadap dakwah selama ini. Karena di mata Allah, belum tentu antum lebih baik dari mereka.?

?Futur, mundur, kecewa atau bahkan berpaling menjadi lawan bukanlah jalan yang masuk akal. Apabila setiap ketidak-sepakatan selalu disikapi dengan jalan itu, maka kapankah dakwah ini dapat berjalan dengan baik?? sambungnya panjang lebar.

?Kita bukan sekedar pengamat yang hanya bisa berkomentar. Atau hanya pandai menuding-nuding sebuah kesalahan. Kalau hanya itu, orang kafirpun bisa melakukannya. Tapi kita adalah da?i. Kita adalah khalifah. Kitalah yang diserahi amanat oleh Allah untuk membenahi masalah-masalah di muka bumi. Bukan hanya mengeksposnya, yang bisa jadi justru semakin memperuncing masalah.?

?Jangan sampai, kita seperti menyiram bensin ke sebuah bara api. Bara yang tadinya kecil tak bernilai, bisa menjelma menjadi nyala api yang membakar apa saja. Termasuk kita sendiri!?

Sang mad?u termenung merenungi setiap kalimat murabbinya. Azzamnya memang kembali menguat. Namun ada satu hal tetap bergelayut dihatinya.

?Tapi bagaimana ana bisa memperbaiki organisasi dakwah dengan kapasitas ana yang lemah ini?? sebuah pertanyaan konstruktif akhirnya muncul juga.

?Siapa bilang kapasitas antum lemah? Apakah Allah mewahyukan begitu kepada antum? Semua manusia punya kapasitas yang berbeda. Namun tidak ada yang bisa menilai, bahwa yang satu lebih baik dari yang lain!? sahut sang murabbi.

?Bekerjalah dengan ikhlas. Berilah taushiah dalam kebenaran, kesabaran dan kasih sayang kepada semua ikhwah yang terlibat dalam organisasi itu. Karena peringatan selalu berguna bagi orang beriman. Bila ada sebuah isyu atau gosip, tutuplah telinga antum dan bertaubatlah. Singkirkan segala ghil (dengki, benci, iri hati) antum terhadap saudara antum sendiri. Dengan itulah, Bilal yang mantan budak hina menemui kemuliaannya.?

Suasana dialog itu mulai mencair. Semakin lama, pembicaraan melebar dengan akrabnya. Tak terasa, kokok ayam jantan memecah suasana. Sang mad?u bergegas mengambil wudhu untuk qiyamullail malam itu. Sang murabbi sibuk membangunkan beberapa mad?unya yang lain dari asyik tidurnya.

Malam itu, sang mad?u menyadari kekhilafannya. Ia bertekad untuk tetap berputar bersama jama?ah dalam mengarungi jalan dakwah. Pencerahan diperolehnya. Demikian juga yang diharapkan dari Antum/antunna yang membaca tulisan ini.. Insya Allah kita tetap istiqamah di jalan dakwah ini.. Dalam samudera tarbiyah ini..

Wallahu a?lam.
YUSRAN,S.Sos.I

GO TABLIGH GO PUBLIK GO AHEAD….. TILL WE DIE

Wallahu a?lam.
YUSRAN,S.Sos.I?? with?USTADZ ROCK N ROLLS,?JAMAAH TABLIGH,?Ustadz Rock,?Tabligh Jamaah?and?Laskar Dakwah.

Share
2

Tabligh Gerakan Yang bagus Dalam Islam (UIA Gombak) – Ustaz Azhar Idrus

Alhamdullilah satu kebuntuan ummat telah terlerai….

Share
9

Ustaz Fathul Bari: Menjawab Isu Jamaah Tabligh

Untuk Kita Faham dan Bagi Dia Faham Kerana Sama-sama Tak Faham dan kenalah Gi Dakwah bagi kita faham dan Dia pun Faham Barulah Aman. As-Salam Harap rakan-rakan seusaha jangan melenting...

Untuk Kita Faham dan Bagi Dia Faham Kerana Sama-sama Tak Faham dan kenalah Gi Dakwah bagi kita faham dan Dia pun Faham Barulah Aman. As-Salam

Harap rakan-rakan seusaha jangan melenting dan terburu-buru menghukum apabila mendengar kiritikan yang panas dan pedas ini?..dia mengkritik apa yang dia nampak sedangkan banyak lagi kebaikan yang dia tak nampak dan marilah kita kesiankan dia kerana Allah SWT belum bagi nampak.

Share
1

Ust Esa Deraman – Jemaah Tabligh baca hadis atau belajar hadis?

Untuk Kita Faham dan Bagi Dia Faham Kerana Sama-sama Tak Faham dan kenalah Gi Dakwah bagi kita faham dan Dia pun Faham Barulah Aman. As-Salam Harap rakan-rakan seusaha jangan melenting...

Untuk Kita Faham dan Bagi Dia Faham Kerana Sama-sama Tak Faham dan kenalah Gi Dakwah bagi kita faham dan Dia pun Faham Barulah Aman. As-Salam

Harap rakan-rakan seusaha jangan melenting dan terburu-buru menghukum apabila mendengar kiritikan yang panas dan pedas ini…..dia mengkritik apa yang dia nampak sedangkan banyak lagi kebaikan yang dia tak nampak dan marilah kita kesiankan dia kerana Allah SWT belum bagi nampak.

Share
2

Maksud Terjemah “DAKWAH” dari segi bahasa.

Menurut Syeikh Muhammad Ahmad ar Rasyid dalam buku Munthalaq.
Da’a dri segi bahasanya hanya mngandungi satu makna sahaja iaitu anda cenderungkan sesuatu kepadamu dengan menggunakan suara dan percakapan darimu.(rujuk mu’jam maqayis al lughah jilid 2 m/s 279.

Pengarang kamus al Muhit berkata perkataan da’a,du’a & da’awa bererti mencenderungkan & menggalakkan kepada sesuatu.
rujuk al Quran surah Fussilat 41:33.terdapat perkataan da’a di dalam ayat tersebut yang diterjemahkan sebagai menyeru kepada Allah.
konklusinya,dari maksud yang diterjemahkan di kamus & ayat Quran perkataan seru di dalam ayat Quran tersebut bermaksud mencenderungkan & menggalakkan.

 

 

Share
3

Syahid Ketika Sedang Keluar 40 Hari Dakwah dan Tabligh di Semporna.

2 Ogos 2012/ 13 Ramadhan 1433H. Seorang rakan seusaha dari Semporna, saudara Isnani syahid di jalan Allah sewaktu sedang khuruj 40 hari fi Sabilillah menjalankan usaha dakwah dan tabligh. Wajah tenang ini tidak ramai yang mengenalinya. Seorang yang zuhud dari segi dunianya, saya yakin melihat kepada keadaan dirinya, komputer dan internet pun beliau tidak pandai apalagi Facebook dan Blog. Bukan juga beliau ini seorang yang ternama bahkan adalah beliau adalah di kalangan orang kebanyakan yang biasa. Namun akhir kehidupannya membuatkan beliau seorang yang luar biasa. Semalam saya bersama rakan-rakan seusaha dari Semporna turut membantu menguruskan jenazahnya. Sangat tenang wajahnya. Saya abadikan gambar dan kisahnya di sini, sebagai pengajaran dan pembakar semangat buat para da’ei yang merindui syahid di jalan Allah.

Namanya yang biasa kami panggil ialah Isnani, seorang pemuda yang periang dan mudah mesra dengan sesiapa sahaja. Beliau menetap di sebuah penempatan ladang kelapa sawit yang jauhnya kira-kira 40km dari pekan Semporna. Sewaktu hayatnya beliau sering beriktikaf di surau Kg Perigi Semporna. Surau yang biasa menjadi transit mana-mana jemaah yang dihantar ke Semporna. Salah satu surau yang hidup amal jemaah masjid di Semporna.

Sewaktu takaza persiapan Ijtimak Lahad Datu dibentangkan, beliau antara yang banyak menginfakkan masa dan tenaganya di medan ijtimak beberapa minggu sebelum menjelangnya ijtimak. Sikapnya yang mesra dengan sesiapa sahaja membuatkan beliau sangat disenangi. Saya juga senang dengan gurauannya yang banyak mengingatkan saya kepada kehidupan akhirat.

Bagi yang memberi masa untuk khidmat di ijtimak Lahad Datu tempoh hari mungkin sangat biasa dengan seraut wajah ini. Beliau memberi masa berminggu-minggu di medan ijtimak membantu kerja-kerja yang patut. Saya dan rakan-rakan seusaha dari Semporna waktu itu hanya mampu memberi masa hujung-hujung minggu sahaja untuk khidmat. Lazimnya kami datang Jumaat malam dan pulang pada Ahad malam. Pernah suatu malam hari Ahad sewaktu saya mahu balik ke Semporna dari khidmat di Lahad Datu itu, arwah mengiringi kami sampai ke kereta dan mengajak kami tambah masa untuk khidmat, tapi kami tak dapat nak tambah masa disebabkan banyak kekangan, semoga Allah ampunkan kami yang hanya mampu korbankan masa tersisa hujung minggu itu sahaja.

Masih terngiang-ngiang di telinga saya, sewaktu kami semua telah masuk ke dalam kereta dan bersiap hendak pulang ke Semporna, selepas injin dihidupkan, arwah yang berdiri di luar kereta telah bercakap sesuatu dalam bahasa Tausug/Suluk yang saya tidak fahami, tetapi saya mendengar satu Avanza rakan-rakan seusaha bertakbir “Allahu Akbar”. Saya tanya salah seorang dari jemaah Semporna yang di dalam kereta itu, “Apa yang dia cakap, saya tak berapa paham, apa maksudnya” Kawan saya pun menterjemahkan apa yang beliau cakapkan itu iaitu katanya: “Janganlah balik rumah tuan, rumah sebenar kita bukan di dunia, tapi rumah sebenar kita adalah adalah di syurga.” Allahu… Saya turut terkedu. Waktu tu kami hanya mampu tertunduk malu dan meneruskan perjalanan balik ke Semporna meninggalkan beliau yang menyambung khidmat di tapak ijtimak.

Selepas ijtimak beliau bersungguh-sungguh untuk keluar 40 hari pula. Dan jemaah beliau dihantar untuk jalankan usaha dakwah dan tabligh di kawasan penempatan-penempatan ladang kelapa sawit di Semporna yang jauh dari pekan, kawasan yang agak muhajadah dan bukan calang-calang jemaah sanggup jalankan usaha di kawasan ladang. Pernah di sebuah ladang, jemaah ini diusir oleh pengurusnya. Hendak dijadikan sebab, sewaktu awal-awal khuruj beliau masih sihat. Masa terus berjalan sehinggalah beberapa masjid dan surau yang terakhir ini, beliau sering sesak nafas. Orang Sabah bilang ‘ampus’. Pernah dikejarkan ke hospital kerana sesak nafas seminggu yang lalu sewaktu masih di Tagasan.

Route terakhir 40 hari, Surau Indani, Bugaya, pagi semalam (12 Ramadhan) lepas bayan subuh arwah duduk berselimut sambil berzikir seorang diri tatkala jemaah yang lain menyambung rehat mereka. Amir jemaah Hj Anwar menceritakan kepada kami beliau mendengar arwah berzikir dengan suara yang lemah dan sayu. Tidak beberapa lama kemudian tiba-tiba jemaah terjaga mendengar arwah menjerit menahan sakit di dada ‘Allahu Akbar!’ dalam keadaan sesak nafas.

Tanpa membuang masa arwah segera dikejarkan ke hospital Semporna akan tetapi sudah takdir Allah ingin memuliakannya di bulan yang penuh keberkatan ini. Lidah arwah sibuk dengan zikir sebelum menghembus nafasnya yang terakhir di pangkuan rakan jemaahnya Wafi dan Muhammad di dalam Van Hj Anwar sewaktu dalam perjalanan ke hospital. Mengenangkan arwah membuatkn saya menangis, inilah kematian yang amat dicemburui.

Dan hari ini, di bulan yang berkat ini, Allah telah menghantar Isnani untuk melawat rumahnya yang sebenar iaitu di syurga. Meninggalkan para da’ei dengan perasaan cemburu yang amat sangat. Ya Allah bagaimanakah pula pengakhiran kami nanti. Sama-sama kita tanamkan azam dan niat untuk keluar di jalan Allah 40 hari dan 4 bulan secepat mungkin insyaAllah.

Maksud firman Allah s.w.t:
“Dan jangan sekali-kali engkau menyangka orang-orang yang terbunuh (yang gugur syahid) pada jalan Allah itu mati, (mereka tidak mati) bahkan mereka adalah hidup (secara istimewa) di sisi Tuhan mereka dengan mendapat rezeki;

(Dan juga) mereka bersukacita dengan kurniaan Allah (balasan mati Syahid) yang telah dilimpahkan kepada mereka, dan mereka bergembira dengan berita baik mengenai (saudara-saudaranya) orang-orang (Islam yang sedang berjuang), yang masih tinggal di belakang, yang belum (mati dan belum) sampai kepada mereka, (iaitu) bahawa tidak ada kebimbangan (dari berlakunya kejadian yang tidak baik) terhadap mereka, dan mereka pula tidak akan berdukacita.

Mereka bergembira dengan balasan nikmat dari Allah dan limpah kurniaNya; dan (ingatlah), bahawa Allah tidak menghilangkan pahala orang-orang yang beriman. (Surah Ali ?Imran:169-171)

Muhammad Ishak Zaini
2 Ogos 2012
13 Ramadhan 1433H

Share